TERBARU

Israel Tak Tinggal Diam! Balas Usir Diplomat Afrika Selatan Setelah Wakil Dubesnya Didepak

Israel Tak Tinggal Diam! Balas Usir Diplomat Afrika Selatan Setelah Wakil Dubesnya Didepak


Ketegangan antara Israel dan Afrika Selatan kembali memanas hingga ke titik didih. Israel baru saja mengambil langkah balasan diplomatik dengan mengusir seorang diplomat senior Afrika Selatan, menyusul tindakan serupa yang dilakukan Pretoria terhadap Wakil Duta Besarnya. Insiden saling usir diplomat ini kian memperdalam krisis dalam hubungan kedua negara yang sudah lama tegang, sekaligus menandai eskalasi serius yang berpotensi merembet ke berbagai area kerja sama.

Israel Usir Diplomat Senior Afrika Selatan

Kementerian Luar Negeri Israel secara resmi mengumumkan pengusiran seorang diplomat senior Afrika Selatan dari wilayahnya. Keputusan ini merupakan respons langsung dan cepat terhadap langkah serupa yang diambil Pretoria sehari sebelumnya. Jelas, ini menunjukkan sikap tegas Israel dalam menanggapi apa yang mereka anggap sebagai pelanggaran diplomatik.

Identitas Diplomat dan Batas Waktu Pemberangkatan

Diplomat yang dimaksud adalah Shaun Edward Byneveldt, seorang pejabat senior dari Afrika Selatan. Pada Sabtu (31/1/2026), Kementerian Luar Negeri Israel menetapkan Byneveldt sebagai "persona non grata", status yang berarti ia tidak lagi diterima di Israel. Ia pun diberi batas waktu 72 jam untuk segera meninggalkan negara tersebut.

Dalam pernyataan resminya, Kementerian Luar Negeri Israel juga mengisyaratkan bahwa "langkah-langkah tambahan akan dipertimbangkan pada waktunya," sebuah peringatan yang menegaskan keseriusan Tel Aviv dalam merespons insiden diplomatik ini.

Peran Byneveldt sebagai Dubes Palestina

Menurut situs resmi pemerintah Afrika Selatan, Shaun Edward Byneveldt memiliki posisi penting sebagai Duta Besar Afrika Selatan untuk Negara Palestina, dengan kantornya berada di Ramallah, Tepi Barat. Peran ini menyoroti dukungan kuat Pretoria terhadap kemerdekaan Palestina.

Juru bicara Departemen Hubungan Internasional dan Kerja Sama Afrika Selatan, Chrispin Phiri, menggarisbawahi peran Byneveldt. Ia menyatakan bahwa "sikap obstruktif Israel memaksa pengaturan yang menggelikan di mana diakreditasi melalui negara yang menduduki negara tuan rumah." Phiri menambahkan, kondisi ini "menggarisbawahi penolakan Israel untuk menghormati konsensus internasional tentang kedaulatan negara Palestina," sebuah kritik tajam Pretoria terhadap Tel Aviv.

Latar Belakang: Ketika Afrika Selatan Mendepak Wakil Dubes Israel

Tindakan Israel yang baru-baru ini terjadi tak lain adalah balasan atas keputusan Afrika Selatan yang lebih dulu mengusir Wakil Duta Besar Israel. Insiden yang berlangsung sehari sebelumnya ini menjadi pemicu utama ketegangan diplomatik saat ini. Pretoria menyatakan bahwa pengusiran tersebut didasarkan pada serangkaian pelanggaran serius yang dilakukan oleh diplomat Israel.

Tuduhan Pelanggaran Norma Diplomatik

Pada Jumat (30/1/2026), Departemen Hubungan Internasional dan Kerja Sama Afrika Selatan mengumumkan pengusiran Ariel Seidman, yang menjabat sebagai charge d'affaires pada Kedutaan Besar Israel di Pretoria. Seidman adalah diplomat Israel paling senior di Afrika Selatan, menyusul penarikan Duta Besar Israel pada tahun 2023. Seperti Byneveldt, ia juga diberi waktu 72 jam untuk segera meninggalkan negara tersebut.

Dalam pernyataannya, departemen tersebut menjelaskan bahwa pengusiran Seidman "menyusul serangkaian pelanggaran norma dan praktik diplomatik yang tidak dapat diterima, yang merupakan tantangan langsung terhadap kedaulatan Afrika Selatan." Tuduhan ini mengindikasikan bahwa pelanggaran yang dilakukan dianggap sangat serius dan merusak fondasi hubungan diplomatik.

Serangan Verbal dan Pelanggaran Protokol Diplomatik

Otoritas Afrika Selatan menuduh Ariel Seidman melancarkan "serangan yang menghina" terhadap Presiden Cyril Ramaphosa. Serangan tersebut, menurut Pretoria, dilakukan melalui sejumlah unggahan di media sosial. Meskipun detail spesifik unggahan tidak dijelaskan, sifatnya yang menyerang kepala negara dianggap sebagai pelanggaran berat terhadap etika diplomatik.

Tak hanya itu, Seidman juga dituduh melanggar protokol diplomatik terkait "kegagalan yang disengaja" untuk memberitahukan Departemen Hubungan Internasional dan Kerja Sama Afrika Selatan mengenai "dugaan kunjungan seorang pejabat senior Israel" ke negara tersebut. Pelanggaran protokol semacam ini, yang krusial dalam menjaga hubungan antarnegara, dapat diartikan sebagai bentuk pengabaian atau bahkan penghinaan terhadap kedaulatan negara tuan rumah. Insiden ini semakin memperpanjang daftar masalah diplomatik yang sering muncul antara kedua negara.

Dampak dan Masa Depan Hubungan Bilateral

Saling usir diplomat ini jelas menunjukkan titik terendah dalam hubungan bilateral Israel dan Afrika Selatan dalam beberapa tahun terakhir. Kedua negara memang telah lama berselisih, terutama karena sikap Afrika Selatan yang vokal dalam mendukung Palestina dan mengkritik kebijakan Israel. Penarikan Duta Besar Israel pada tahun 2023, yang menjadikan Seidman sebagai diplomat tertinggi, sudah menjadi sinyal kuat memburuknya relasi.

Eskalasi terbaru ini berpotensi merugikan kerja sama di berbagai sektor, termasuk ekonomi dan budaya, meskipun interaksi bilateral mungkin sudah tidak terlalu intens akibat ketegangan yang ada. Lebih dari itu, insiden ini mengirimkan pesan kuat ke kancah diplomatik internasional mengenai tingkat ketidaksepakatan yang mendalam antara kedua belah pihak. Afrika Selatan, sebagai negara berpengaruh di benua Afrika dan pendukung kuat isu Palestina di forum global, terus mengambil langkah-langkah diplomatik yang menantang Israel.

Mengingat ancaman Israel untuk mempertimbangkan "langkah-langkah tambahan," bukan tidak mungkin akan ada respons lebih lanjut. Ini bisa berupa pembekuan kerja sama diplomatik, pengurangan staf kedutaan secara lebih drastis, atau bahkan penghentian hubungan diplomatik sepenuhnya jika situasi terus memburuk. Perkembangan hubungan Israel-Afrika Selatan ini akan terus menjadi sorotan, terutama dengan dinamika geopolitik di Timur Tengah dan posisi Afrika Selatan yang semakin tegas dalam mendukung kedaulatan Palestina.

Latest News
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Post a Comment