TERBARU

HNW Ungkap Kenapa Dukungan RI ke Palestina Merdeka Itu Amanat Konstitusi

HNW Ungkap Kenapa Dukungan RI ke Palestina Merdeka Itu Amanat Konstitusi


HNW Ungkap Kenapa Dukungan RI ke Palestina Merdeka Itu Amanat Konstitusi

Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid (HNW) secara tegas menyatakan bahwa dukungan Indonesia terhadap kemerdekaan Palestina dan penolakan terhadap penjajahan Israel merupakan mandat konstitusi yang bersifat final. Pernyataan krusial ini disampaikan HNW saat menerima kunjungan Duta Besar Republik Islam Iran untuk Indonesia, H.E. Mohammad Boroujerdi, di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (19 Januari). Komitmen tak tergoyahkan bangsa Indonesia terhadap isu Palestina ini kembali ditegaskan, menjadikannya landasan diplomasi yang tak dapat ditawar.

Dukungan Palestina sebagai Amanat Konstitusi RI

Dalam pertemuan tersebut, HNW menekankan bahwa posisi Indonesia dalam isu Palestina bukanlah pilihan, melainkan amanat yang tercantum dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945. "Kami di MPR adalah penjaga konstitusi, dan salah satu ketentuan dasarnya adalah menolak penjajahan seperti yang dilakukan Israel serta mendukung kemerdekaan sebagaimana diperjuangkan oleh Palestina," ujar HNW dalam keterangannya yang dirilis pada Selasa (20 Januari).

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa ketentuan ini merupakan "harga mati" bagi bangsa Indonesia dan telah dinyatakan oleh MPR sebagai hal yang "tidak bisa diubah." Pernyataan ini menegaskan kembali bahwa perjuangan Palestina adalah bagian integral dari identitas konstitusional dan moralitas bangsa, yang secara historis menentang segala bentuk kolonialisme. Konstitusi mengamanatkan bahwa penjajahan di atas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan, sebuah prinsip yang sangat relevan dengan situasi di Palestina.

Seruan Solidaritas OKI dan Kritik Terhadap Aneksasi Israel

HNW juga menyuarakan apresiasi mendalam terhadap sikap konsisten negara-negara anggota Organisasi Kerja Sama Islam (OKI), termasuk Iran, yang tak henti membela Palestina. Ia menggarisbawahi pentingnya penolakan terhadap relokasi paksa warga Gaza ke luar wilayahnya, sebuah langkah yang disebutnya sebagai upaya sistematis untuk memecah belah dan menguasai.

Di sisi lain, HNW menyampaikan kritik tajam terhadap berbagai langkah sepihak yang diambil Israel. Menurutnya, tindakan-tindakan tersebut secara terang-terangan memperkuat upaya aneksasi Gaza, berpotensi menghilangkan wilayah tersebut sebagai bagian integral dari Palestina. "Langkah-langkah sepihak itu berpotensi menghilangkan Gaza sebagai bagian dari Palestina, bahkan mengubur solusi dua negara (two-state solution), apalagi berdirinya negara Palestina merdeka dan berdaulat penuh," kritiknya. Oleh karena itu, kesatuan sikap negara-negara OKI sangat diperlukan untuk melindungi kepentingan Gaza, seluruh Palestina, dan kesucian Masjid Al-Aqsa.

Dinamika geopolitik terkini, HNW mengamati, menunjukkan peningkatan signifikan dalam solidaritas antarnegara Muslim dalam menghadapi tekanan Israel dan sekutunya. Sebagai contoh, ia menyinggung penolakan sejumlah negara terhadap pengakuan sepihak Israel atas Somaliland, serta munculnya sikap terbuka menentang ancaman serangan terhadap Iran. Fenomena ini, kata HNW, merupakan perkembangan menarik yang menunjukkan adanya kesadaran kolektif di kalangan negara-negara Muslim. "Ada kesadaran kolektif bahwa kita penting mengusahakan kerja sama dan terus menjaga kedaulatan negara-negara Muslim dan tidak terjebak dalam pengalihan isu," tegasnya, sementara pelanggaran HAM dan kejahatan kemanusiaan terhadap Gaza terus berlanjut. Penguatan kerja sama antarnegara OKI, tambahnya, menjadi kunci utama untuk mewujudkan Palestina yang merdeka dan berdaulat penuh serta menjaga stabilitas kawasan Timur Tengah.

Memperkuat Kerja Sama Antarparlemen Indonesia-Iran

Dalam kesempatan yang sama, HNW menyambut baik usulan Duta Besar Iran, Mohammad Boroujerdi, untuk memperkuat hubungan antarparlemen antara Indonesia dan Iran. HNW menilai, kerja sama antarparlemen kedua negara selama ini telah terjalin dengan baik melalui berbagai forum internasional. Forum-forum tersebut mencakup Inter-Parliamentary Union (IPU), Asian Parliamentary Assembly (APA), dan Parliamentary Union of the OIC Member States (PUIC).

"Kami sepakat bahwa hubungan antarparlemen harus terus diperkuat karena menjadi pintu penting untuk menguatkan hubungan antarnegara di berbagai forum internasional," kata HNW. Ia juga mengungkapkan pengalamannya beberapa kali berkunjung ke Iran, baik saat menjabat Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen DPR RI maupun sebagai Ketua MPR RI. Ini menunjukkan rekam jejak hubungan bilateral yang solid. "Hubungan Indonesia dan Iran sudah sangat baik dan tidak memiliki hambatan berarti. Tinggal bagaimana kita terus memperkuat kerja sama untuk menghadapi tantangan bersama, termasuk kejahatan zionis Israel yang menjajah Palestina dan terus mengusahakan pelebaran penjajahannya," pungkasnya, menegaskan komitmen untuk kolaborasi yang lebih erat.

Apresiasi dan Perspektif Iran Mengenai Isu Palestina

Duta Besar Republik Islam Iran, Mohammad Boroujerdi, menyampaikan apresiasi tinggi terhadap sikap konsisten Indonesia dan MPR RI dalam isu Palestina. Dari sudut pandang Iran, Boroujerdi menegaskan bahwa Israel adalah sumber utama instabilitas di kawasan Asia Barat. "Rezim Zionis ibarat kanker ganas di kawasan," ujarnya. Ia percaya, jika persoalan ini dapat diselesaikan secara tuntas, perdamaian dan stabilitas di kawasan akan lebih mudah terwujud.

Boroujerdi juga menyoroti upaya Israel untuk melemahkan negara-negara Muslim demi kepentingannya sendiri. Oleh karena itu, ia menyatakan bahwa Iran tidak akan menerima tekanan apa pun yang bertujuan menghilangkan kemampuan pertahanannya. "Kami belajar dari sejarah apa yang terjadi pada Libya dan Irak," tegas Boroujerdi, merujuk pada konsekuensi negara-negara yang menyerahkan kemampuan pertahanan mereka. Dubes Boroujerdi juga secara resmi mengundang HNW untuk kembali berkunjung ke Iran dan menghadiri peringatan Hari Nasional Iran pada 10 Februari di Jakarta, sebuah gestur diplomatik yang menunjukkan keinginan kuat untuk mempererat hubungan. HNW menyatakan kesediaannya untuk memenuhi undangan tersebut, menggarisbawahi pentingnya dialog langsung dalam memperkuat hubungan bilateral.

Solidaritas Umat Islam sebagai Kunci Menghadapi Tantangan Global

Mengakhiri pertemuan bilateral tersebut, HNW kembali menegaskan pentingnya solidaritas umat Islam dalam menghadapi berbagai tantangan global. Ia menggunakan perumpamaan yang kuat untuk menggambarkan esensi persatuan ini. "Umat Islam itu ibarat satu tubuh. Jika satu bagian merasakan sakit, maka seluruh tubuh akan merasakannya," tuturnya.

Oleh karena itu, kerja sama dan kebersamaan menjadi kunci fundamental dalam membela kemanusiaan dan menegakkan keadilan di tengah-tengah kompleksitas isu global. Solidaritas ini diharapkan dapat menjadi kekuatan kolektif yang mampu memberikan dampak positif, khususnya dalam isu Palestina, serta memperjuangkan nilai-nilai universal yang dianut bersama.

Latest News
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Post a Comment