Top 5 Kabar Dunia yang Bikin Kamu Tercengang Hari Ini
Inilah rangkuman kabar dunia yang terjadi hari ini. Dari harapan baru dalam pencarian pesawat yang hilang, hingga kebijakan kontroversial di Amerika Serikat.
Harapan Baru, Pencarian MH370 Akan Kembali Digelar
Lebih dari satu dekade berlalu sejak misteri hilangnya pesawat Malaysia Airlines MH370, namun harapan untuk menemukan titik terang masih menyala. Kementerian Perhubungan Malaysia mengumumkan bahwa pencarian akan kembali dilanjutkan pada 30 Desember 2025 mendatang. Pesawat Boeing 777 yang membawa 239 jiwa itu lenyap dari radar pada 8 Maret 2014, dalam penerbangan dari Kuala Lumpur menuju Beijing. Insiden ini masih menjadi salah satu teka-teki terbesar dalam sejarah penerbangan.
"Kami merasa terpanggil secara moral untuk tidak menyerah mencari," tegas seorang perwakilan Kementerian Perhubungan Malaysia dalam jumpa pers yang digelar di Kuala Lumpur, Rabu (3/12/2025). Dengan teknologi yang semakin canggih dan data baru yang terus dikumpulkan, pihak berwenang berharap misteri MH370 dapat terungkap. Keluarga korban pun masih menyimpan harapan untuk mendapatkan jawaban atas kejadian yang menimpa orang-orang terkasih. Diketahui, dua pertiga penumpang MH370 merupakan warga negara China, sementara sisanya berasal dari berbagai negara termasuk Malaysia, Indonesia, Australia, India, Amerika, Belanda, dan Prancis.
Trump Hentikan Sementara Permohonan Imigrasi dari 19 Negara
Kebijakan kontroversial kembali mewarnai pemerintahan mantan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Kali ini, Trump memutuskan untuk menghentikan sementara seluruh permohonan imigrasi yang berasal dari 19 negara non-Eropa. Kebijakan ini mencakup penangguhan proses green card dan aplikasi kewarganegaraan. Alasan yang dikemukakan adalah demi keamanan nasional dan keselamatan publik.
"Prioritas utama kami adalah melindungi keamanan warga Amerika," ujar seorang pejabat Gedung Putih dalam pernyataan resmi pada Selasa (2/12/2025). Penghentian ini berlaku bagi warga dari 19 negara yang sebelumnya telah dikenakan pembatasan perjalanan sejak Juni. Kebijakan ini menuai kecaman dari berbagai pihak, termasuk kelompok pembela hak imigran, yang menilai Trump melakukan diskriminasi dan melanggar hak asasi manusia. Menurut data dari Departemen Keamanan Dalam Negeri AS, kebijakan ini berpotensi mempengaruhi ribuan orang yang tengah menunggu proses imigrasi.
Thailand Siapkan Rp 1 Miliar untuk Keluarga Korban Banjir, Birokrasi Dipangkas
Pemerintah Thailand bergerak cepat merespons banjir parah yang melanda wilayah selatan negara tersebut. Kompensasi sebesar 2 juta Baht (setara Rp 1 miliar) akan diberikan kepada keluarga setiap korban tewas. Pemerintah berjanji untuk memangkas proses birokrasi yang berbelit, demi mempercepat penyaluran bantuan.
Keputusan ini diumumkan oleh Pusat Operasi Krisis Banjir Darurat (EFCOC) usai rapat darurat di Gedung Pemerintah Thailand, Senin (1/12/2025). "Kami memahami betapa beratnya beban yang harus dipikul oleh keluarga korban," kata juru bicara EFCOC. "Oleh karena itu, kami akan memastikan kompensasi ini disalurkan secepat mungkin, tanpa perlu melalui proses administrasi yang rumit." Selain kompensasi bagi korban tewas, pemerintah juga menyediakan bantuan logistik dan dana rehabilitasi bagi warga yang kehilangan tempat tinggal dan harta benda akibat banjir.
PBB Serukan Akhiri Pendudukan Israel atas Palestina
Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menggelar sesi khusus yang menghasilkan resolusi mengenai "penyelesaian damai masalah Palestina". Resolusi tersebut secara tegas menyerukan agar pendudukan Israel atas wilayah Palestina segera diakhiri. Draf resolusi ini diajukan oleh sejumlah negara anggota PBB, di antaranya Djibouti, Yordania, Mauritania, Qatar, Senegal, dan Palestina.
Dari 193 negara anggota PBB, sebanyak 151 negara memberikan suara dukungan terhadap resolusi tersebut. Hanya 11 negara yang menentang, sementara 11 negara lainnya memilih abstain. "Ini adalah kemenangan bagi rakyat Palestina dan keadilan internasional," ujar perwakilan Palestina di PBB usai pemungutan suara. Sebaliknya, perwakilan Israel menolak resolusi tersebut dan menyatakan bahwa PBB tidak berhak mencampuri urusan internal mereka. Meskipun resolusi ini tidak mengikat secara hukum, namun memiliki signifikansi politis yang kuat dan dapat memberikan tekanan moral kepada Israel untuk mengakhiri pendudukan.
Donald Trump Tertidur Saat Rapat Kabinet, Picu Perdebatan
Mantan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, kembali menjadi sorotan setelah tertangkap kamera tertidur saat rapat kabinet di Gedung Putih pada Selasa (2/12/2025). Kejadian ini langsung memicu berbagai komentar dan spekulasi mengenai kondisi kesehatan mantan presiden yang kini berusia 79 tahun tersebut.
Rapat kabinet dimulai tepat setelah tengah hari dan dihadiri oleh Trump beserta jajaran menterinya. Ironisnya, sebelum rapat dimulai, Trump sempat mengklaim dirinya "lebih jeli daripada 25 tahun lalu", sebagai respons terhadap artikel New York Times yang menyoroti penampilannya yang dianggap melambat. Beberapa sumber anonim dari dalam Gedung Putih mengklaim bahwa Trump memang sering terlihat kelelahan dan kurang fokus selama masa jabatan keduanya. "Tekanan pekerjaan sebagai presiden sangat besar," ujar seorang mantan staf Gedung Putih. "Tidak mengherankan jika beliau kadang-kadang merasa kelelahan." Insiden ini menambah daftar panjang kontroversi yang mewarnai masa jabatan Donald Trump.