TERBARU

Paus Leo XIV Tegas, Pilih Perdamaian dan Dukung Palestina, Salut!

Paus Leo XIV Tegas, Pilih Perdamaian dan Dukung Palestina, Salut!


Hidayat Nur Wahid (HNW), Wakil Ketua MPR RI, menyampaikan apresiasi atas sikap tegas Paus Leo XIV, pemimpin tertinggi umat Katolik sedunia. Paus Leo XIV secara terbuka menentang keberlanjutan perang dan menyatakan dukungan penuh terhadap pendirian negara Palestina yang merdeka dan berdaulat. HNW menilai sikap ini sangat penting dan menjadi contoh bagi para pemimpin dunia.

Pujian untuk Sikap Paus Leo XIV

"Sikap positif Sri Paus ini bukan hanya perlu diapresiasi, tetapi juga sangat penting untuk diikuti oleh para pemimpin negara di seluruh dunia, terutama negara dengan populasi mayoritas Nasrani, baik Katolik maupun Protestan, apalagi Amerika Serikat, yang merupakan negara asal dari Sri Paus Leo XIV," kata HNW dalam keterangan tertulis, Kamis (4/12/2025). Ia berharap negara-negara dengan populasi Kristen yang besar, terutama AS, dapat terinspirasi oleh keberanian moral Paus.

Dukungan Paus terhadap Solusi Dua Negara

HNW melanjutkan, Paus Leo XIV dengan jelas mendukung solusi dua negara (two-state solution) sebagai jalan keluar yang adil dan berkelanjutan untuk konflik Israel-Palestina. Solusi ini, yang bertujuan mewujudkan negara Palestina yang berdampingan secara damai dengan Israel, sayangnya terus ditolak oleh Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu. "Sangat disayangkan sikap penolakan tersebut justru didukung oleh pemerintah Amerika Serikat," imbuhnya. HNW juga menyoroti perubahan opini publik di AS, di mana mayoritas warga kini condong mendukung kemerdekaan Palestina.

Potensi Paus dalam Memengaruhi Kebijakan Barat

HNW menyoroti potensi besar Paus Leo XIV dalam memengaruhi kebijakan negara-negara Barat, termasuk Amerika Serikat. "Peran Paus Leo XIV ini sangat besar untuk melobi negara-negara barat, termasuk Amerika Serikat untuk menerima solusi tersebut," ujarnya. Berdasarkan jajak pendapat Reuters/Ipsos yang dilakukan pada 15-20 Oktober 2025, mayoritas warga Amerika Serikat (59%) mendukung pengakuan AS terhadap negara Palestina. Menurut HNW, data ini memberi landasan kuat bagi Paus untuk mendorong perubahan kebijakan.

Kemerdekaan Palestina dan Akhir Penjajahan Israel

Kemerdekaan Palestina dan penghentian penjajahan Israel, termasuk genosida yang terjadi di Gaza selama dua tahun terakhir, adalah isu penting yang harus diperjuangkan secara global. HNW menekankan bahwa korban konflik ini tidak hanya dari komunitas Muslim, tetapi juga dari berbagai latar belakang agama. Ini menunjukkan tragedi kemanusiaan di Palestina menyentuh nilai-nilai universal dan menuntut solidaritas dari seluruh umat manusia.

Serangan terhadap Tempat Suci Umat Kristiani di Gaza

HNW menggarisbawahi bahwa serangan Israel tidak hanya menyasar masjid, tetapi juga gereja-gereja dan umat Kristiani. "Yang selama ini menjadi korban kejahatan kemanusiaan Israel bukan hanya masjid, tetapi juga gereja-gereja termasuk umat Kristiani seperti pembakaran perkampungan kristiani di Tepi Barat oleh pemukim zionis yang didukung oleh tentara Israel," jelasnya. Serangan terhadap Gereja Keluarga Kudus (Holy Family Church), satu-satunya gereja Katolik di Gaza, pada 17 Juli 2025, yang menewaskan jemaah dan melukai imamnya, serta penghancuran Gereja St Porphyrius pada 20 Oktober 2023, yang diyakini sebagai salah satu gereja tertua di dunia, menjadi bukti nyata bahwa tempat-tempat suci umat Kristiani pun tidak luput dari sasaran kekerasan. "Bukan hanya menyerang fisik bangunan, ternyata zionis Israel juga menteror dan menyerang Pendeta dan Umat Kristiani yang beribadah di Sabtu Suci di Jerusalem pada 10/11/225," tambahnya.

Harapan untuk Perdamaian dan Kemerdekaan Palestina

HNW berharap pernyataan Paus Leo XIV dapat memicu langkah konkret untuk memperkuat dukungan dari lebih dari 150 negara yang telah mengakui Palestina. Mayoritas dari negara-negara ini adalah negara dengan populasi mayoritas non-Muslim atau Kristiani. Ia menekankan pentingnya menghentikan genosida dan penjajahan Israel serta memberikan hak kepada rakyat Palestina untuk menentukan nasib mereka sendiri.

"Dengan sikap tegas dari Pimpinan Gereja Katolik se-Dunia ini, khususnya kalangan Kristiani bisa lebih efektif dalam berkolaborasi sesama mereka dan dengan berbagai kalangan Umat beragama baik Islam maupun Yahudi yang sama-sama menolak berlanjutnya genosida dan kejahatan kemanusiaan di Gaza," pungkasnya. Ia berharap kolaborasi lintas agama yang lebih kuat dapat tercipta untuk mewujudkan perdamaian abadi dan berdirinya negara Palestina yang merdeka, sebagai wujud kemanusiaan yang adil dan beradab. Momentum ini diharapkan menjadi katalisator bagi solusi damai yang komprehensif dan berkelanjutan untuk konflik berkepanjangan ini.

Latest News
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Post a Comment