Tragedi Suleiman Obaid, Cantona Angkat Bicara Soal Genosida yang Tak Berujung
Kabar duka menyelimuti dunia sepak bola Palestina. Suleiman Obaid, mantan pemain tim nasional, dilaporkan meninggal dunia akibat serangan di Gaza Selatan. Kabar ini sontak memantik reaksi keras, salah satunya dari legenda Manchester United, Eric Cantona, yang menyerukan segera diakhirinya konflik berkepanjangan tersebut.
Suleiman Obaid Meninggal Dunia Saat Menunggu Bantuan
Suleiman Obaid, yang berusia 41 tahun, menghembuskan nafas terakhir pada Rabu, 6 Agustus 2025, akibat serangan yang menghantam Gaza Selatan. Informasi awal menyebutkan bahwa Obaid berada di lokasi tersebut untuk mengambil bantuan kemanusiaan saat kejadian nahas itu terjadi. Kematiannya menambah panjang daftar korban sipil dalam konflik yang tak kunjung usai.
Kronologi Serangan Masih Simpang Siur
Detail kronologi serangan masih belum sepenuhnya jelas. Laporan awal mengindikasikan bahwa insiden terjadi di area yang digunakan sebagai titik distribusi bantuan. Keterbatasan akses ke informasi yang kredibel di wilayah konflik membuat verifikasi detail kejadian menjadi sulit. Meski demikian, kabar duka ini telah dikonfirmasi oleh berbagai sumber, termasuk Federasi Sepakbola Palestina (PFA).
Kecaman Keras dari Federasi Sepakbola Palestina (PFA)
PFA merilis pernyataan resmi yang mengungkapkan kesedihan mendalam atas wafatnya Suleiman Obaid. Mereka mengutuk sekeras-kerasnya tindakan yang merenggut nyawa mantan kapten timnas tersebut. "Kehilangan Suleiman Al-Obaid adalah tragedi besar bagi sepak bola Palestina," tulis PFA. "Ia adalah pemain yang berdedikasi dan panutan bagi generasi muda."
Selama berkarier, Obaid mencatatkan 24 penampilan bersama timnas Palestina antara tahun 2007 dan 2013. Ia juga menyumbangkan 2 gol, salah satunya saat melawan Timnas Indonesia dalam laga persahabatan di Stadion Manahan, Solo, pada Agustus 2011.
Korban dari Kalangan Olahraga Terus Bertambah
Menurut data PFA, kematian Suleiman Obaid menambah daftar panjang korban dari kalangan olahraga Palestina akibat konflik yang terus bergejolak. PFA mengklaim bahwa lebih dari 660 insan olahraga telah menjadi korban sejak konflik di Gaza meningkat pada tahun 2023. Obaid menjadi pemain timnas ketiga yang tewas setelah Mouyin Al-Maghribi dan Mohammed Barakat. "Ini adalah pukulan berat bagi komunitas olahraga kami," ujar juru bicara PFA. "Kami terus menyerukan kepada dunia untuk menghentikan kekerasan dan melindungi para atlet."
Eric Cantona Angkat Bicara
Kematian Suleiman Obaid tak hanya menjadi duka bagi sepak bola Palestina, tetapi juga menarik perhatian dunia internasional, termasuk dari legenda Manchester United, Eric Cantona.
Unggahan Emosional di Instagram
Cantona, yang dikenal vokal dan peduli terhadap isu-isu sosial, menggunakan platform Instagram untuk menyuarakan kemarahannya. Ia membagikan foto Obaid dengan keterangan yang menyentuh.
"Israel baru saja membunuh bintang tim nasional Palestina, Suleiman Al-Obeid, saat menunggu bantuan di Rafah. Ia dijuluki "Pele Palestina"," tulis Cantona dalam unggahannya. Unggahan tersebut dengan cepat menjadi viral dan menuai beragam reaksi dari warganet di seluruh dunia.
Seruan Mengakhiri Kekerasan
Selain mengecam kematian Obaid, Cantona juga menyerukan diakhirinya kekerasan di wilayah tersebut. Dengan nada tegas, ia mempertanyakan sampai kapan dunia akan membiarkan apa yang ia sebut sebagai "genosida".
"MAU SAMPAI KAPAN KITA AKAN MEMBIARKAN MEREKA MELAKUKAN GENOSIDA INI??? PALESTINA MERDEKA," tegasnya.
Seruan Cantona ini merefleksikan kekecewaan dan frustrasi banyak orang di seluruh dunia atas konflik yang berkepanjangan dan dampaknya yang menghancurkan bagi warga sipil. Unggahannya telah dilihat dan dibagikan jutaan kali, menunjukkan pengaruhnya dalam menyuarakan isu-isu penting.
Hingga kini, belum ada komentar resmi dari pemerintah Israel terkait kematian Suleiman Obaid. Namun, juru bicara militer Israel menyatakan bahwa pihaknya selalu berupaya untuk menghindari jatuhnya korban sipil dan setiap insiden akan diselidiki secara menyeluruh.
Organisasi-organisasi kemanusiaan terus berupaya memberikan bantuan kepada warga sipil yang terdampak konflik, menyerukan akses yang aman dan tanpa hambatan ke wilayah tersebut.
Kematian Suleiman Obaid menambah deretan tragedi dalam konflik yang tengah berlangsung. Reaksi Eric Cantona dan seruan untuk menghentikan kekerasan menjadi pengingat akan pentingnya mencari solusi damai dan melindungi kehidupan warga sipil. Dunia terus menanti perkembangan selanjutnya dan berharap perdamaian dapat segera terwujud.