TERBARU

Megawati Bicara Kemanusiaan di Beijing, Soroti Pedihnya Palestina

Megawati Bicara Kemanusiaan di Beijing, Soroti Pedihnya Palestina


Megawati Soekarnoputri, Ketua Umum PDIP yang juga pernah menjabat sebagai Presiden RI ke-5, menyuarakan keprihatinannya yang mendalam terhadap kondisi rakyat Palestina. Suara lantang ini ia sampaikan dalam forum Dialog Peradaban Global yang berlangsung di Beijing.

Megawati Soroti Nasib Palestina di Forum Internasional

Dalam forum yang dihadiri ratusan perwakilan dari berbagai negara itu, Megawati mengajak seluruh pihak untuk membuka mata dan hati, menyadari tragedi kemanusiaan yang tak kunjung usai di wilayah konflik tersebut. Pidatonya menjadi salah satu momen penting dalam forum tersebut.

Apresiasi untuk Tuan Rumah dan Semangat Dasa Sila Bandung

Megawati menyampaikan pidatonya di hadapan lebih dari 600 perwakilan dari 144 negara. Presiden Xi Jinping pun mendapatkan apresiasi khusus atas undangan dan kesempatan yang diberikan. Megawati memandang forum ini sebagai momentum krusial, sebuah "panggilan hati nurani" bagi semua pihak untuk bersama-sama membangun tatanan dunia yang adil dan beradab.

"Pertemuan ini adalah ruang untuk mengingat kembali memori kolektif kita sebagai bangsa-bangsa yang pernah menjadi penyintas puing-puing penjajahan serta memimpikan dunia yang lebih adil, lebih damai, dan lebih beradab," ungkap Megawati, yang disambut tepuk tangan meriah.

Dialog Peradaban Global di Beijing: Mencari Titik Temu

Forum Dialog Peradaban Global di Beijing, gagasan dari Pemerintah Tiongkok dan Partai Komunis Tiongkok (PKT), mengusung tema utama 'Safeguarding Diversity of Human Civilizations for World Peace and Development' atau 'Menjaga Keberagaman Peradaban Manusia untuk Perdamaian dan Pembangunan Dunia'. Tema ini dianggap sangat relevan dengan situasi global saat ini, di mana konflik dan ketegangan antar negara masih menjadi masalah besar.

Forum ini menjadi arena penting bagi para pemimpin dunia, tokoh masyarakat, dan cendekiawan untuk bertukar pikiran, berbagi pengalaman, dan mencari solusi atas berbagai permasalahan global. Harapannya, dialog yang konstruktif ini akan menghasilkan pemahaman yang lebih baik antar peradaban dan budaya, serta mewujudkan perdamaian dan pembangunan yang berkelanjutan. Forum ini digelar di Wisma Tamu Negara Diaoyutai, Beijing, pada Kamis, 10 Juli 2025.

Palestina: Ujian bagi Semangat Dasa Sila Bandung

Megawati dengan tegas menyatakan bahwa semangat solidaritas dan anti-penjajahan yang terkandung dalam Dasa Sila Bandung belum sepenuhnya terwujud. Ia menunjuk pada penderitaan bangsa Palestina sebagai bukti bahwa cita-cita luhur tersebut masih jauh dari kenyataan.

"Namun, dengan segala keberhasilan yang telah kita capai sebagai bangsa-bangsa merdeka, izinkan saya untuk menyampaikan satu kejujuran. Semangat Dasa Sila Bandung belum sepenuhnya selesai," tegas Megawati. Dasa Sila Bandung, hasil Konferensi Asia Afrika tahun 1955, menekankan penghormatan terhadap kedaulatan, penolakan terhadap penjajahan dan rasisme, serta dukungan terhadap kemerdekaan nasional.

Megawati menambahkan bahwa perjuangan bangsa Palestina untuk mendapatkan hak dasar mereka, yaitu memiliki negara yang merdeka dan berdaulat, mengingatkan dunia bahwa perjuangan untuk mewujudkan keadilan dan perdamaian masih panjang.

Hati Nurani Kolektif yang Belum Bergerak

Megawati mengakui kemajuan pesat dalam ilmu pengetahuan dan teknologi. Namun, ia menyayangkan bahwa kemajuan ini belum sejalan dengan kesadaran hati nurani kolektif untuk mengakhiri penderitaan bangsa Palestina. Ia menyerukan upaya lebih keras untuk membangkitkan empati dan solidaritas global.

"Dunia telah melesat maju dalam ilmu pengetahuan dan teknologi. Tapi sayangnya, hati nurani kolektif kita belum seluruhnya sadar dan bergerak melihat penderitaan bangsa Palestina," ungkap Megawati. Ia menyerukan kepada para pemimpin dunia, organisasi internasional, dan masyarakat sipil untuk mengambil tindakan nyata guna mengakhiri pendudukan ilegal Israel atas wilayah Palestina dan mewujudkan solusi dua negara yang adil dan berkelanjutan.

Lebih lanjut, Megawati menekankan bahwa penyelesaian konflik Palestina-Israel bukan hanya tanggung jawab negara-negara di Timur Tengah, tetapi juga tanggung jawab seluruh umat manusia. Ia mengingatkan bahwa perdamaian dan stabilitas di Timur Tengah sangat penting bagi perdamaian dan stabilitas dunia secara keseluruhan.

Presiden keempat Namibia, Nangolo Mbumba, mantan PM Jepang Yukio Hatoyama, mantan PM Mesir Essam Sharaf, mantan PM Belgia Yves Leterme, dan mantan PM Nepal Jhala Nath Khanal juga hadir sebagai pembicara dalam forum tersebut.

Forum Dialog Peradaban Global ini diharapkan menjadi momentum penting untuk meningkatkan kesadaran dan kepedulian global terhadap isu Palestina. Diharapkan, dialog yang konstruktif dan berkelanjutan dapat menghasilkan solusi komprehensif dan adil bagi konflik yang telah berlangsung selama puluhan tahun ini.

Latest News
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Post a Comment