TERBARU

Hamas Tegaskan Sikap, Senjata Baru Disimpan Sampai Palestina Merdeka

Hamas Tegaskan Sikap, Senjata Baru Disimpan Sampai Palestina Merdeka


Hamas kembali menegaskan posisinya: tak akan ada pelucutan senjata sampai Palestina merdeka sepenuhnya. Penegasan ini muncul di tengah tekanan internasional yang meningkat untuk mencapai gencatan senjata di Gaza, yang mana salah satu syarat utama Israel adalah perlucutan senjata kelompok tersebut.

Pada Minggu, 3 Agustus 2025, seorang juru bicara Hamas merespons klaim yang dikaitkan dengan utusan Timur Tengah dari Amerika Serikat, Steve Witkoff, yang menyebutkan bahwa Hamas telah "menyatakan kesediaannya" untuk melucuti senjata.

"Kami menolak segala kompromi terkait hak kami untuk melawan penjajahan. Senjata kami adalah jaminan bagi kemerdekaan Palestina," tegas juru bicara tersebut, seperti dikutip dari BBC. Menurutnya, perlucutan senjata baru bisa dibicarakan setelah hak-hak rakyat Palestina dipenuhi, termasuk hak untuk kembali ke tanah air dan menentukan nasib sendiri.

Penolakan Tegas terhadap Tuntutan Israel

Tuntutan perlucutan senjata oleh Hamas merupakan salah satu syarat utama yang diajukan Israel dalam perundingan gencatan senjata. Israel menganggap persenjataan Hamas sebagai ancaman nyata bagi keamanan mereka.

Letnan Jenderal Eyal Zamir dari Pasukan Pertahanan Israel (IDF) sebelumnya mewanti-wanti bahwa pertempuran di Gaza tak akan berhenti jika Hamas menolak melucuti senjata. Zamir menekankan bahwa Israel tak akan mentolerir keberadaan kelompok bersenjata yang beroperasi di perbatasan dan mengancam warga negaranya.

"Perlucutan senjata Hamas adalah prasyarat mutlak untuk perdamaian. Kami tidak akan berkompromi dengan keamanan rakyat kami," tegas Zamir dalam konferensi pers di Tel Aviv.

Hamas dengan keras menolak mentah-mentah tuntutan itu. Mereka menuduh Israel menggunakan isu perlucutan senjata sebagai alasan untuk terus menduduki dan menindas rakyat Palestina. Hamas juga menuding Israel munafik, mengingat Israel sendiri memiliki persenjataan yang sangat besar, termasuk senjata nuklir, yang tidak pernah dipertanggungjawabkan.

Keluarga Sandera Memohon Pembebasan

Di tengah panasnya perundingan, keluarga sandera yang ditawan oleh Hamas terus mendesak pemerintah Israel untuk mengambil tindakan tegas untuk membebaskan orang-orang yang mereka cintai. Mereka mengecam Hamas atas perlakuan yang tidak manusiawi terhadap para sandera.

Evyatar David, salah seorang sandera yang baru-baru ini muncul dalam video yang dirilis oleh Hamas, terlihat sangat kurus dan menderita. Keluarga David menuduh Hamas sengaja membuat putranya kelaparan sebagai bagian dari kampanye propaganda. Mereka meminta pemerintah Israel dan Amerika Serikat untuk melakukan segala yang mungkin untuk menyelamatkan Evyatar dan sandera lainnya.

Desakan Internasional di Tengah Krisis Kemanusiaan

Tekanan internasional untuk mencapai kesepakatan gencatan senjata di Gaza semakin meningkat seiring dengan memburuknya kondisi kemanusiaan di wilayah tersebut. Sejumlah negara Barat, termasuk Prancis dan Kanada, telah mengumumkan rencana untuk mengakui negara Palestina. Inggris menyatakan akan melakukan hal yang sama jika Israel tidak memenuhi persyaratan tertentu pada bulan September.

Negara-negara Arab juga mendesak Hamas untuk melucuti senjata dan menyerahkan kendali atas Gaza kepada pemerintah persatuan Palestina. Mereka berpendapat bahwa hal itu akan membuka jalan bagi penyelesaian politik konflik Israel-Palestina dan meningkatkan stabilitas di wilayah tersebut.

Namun, kondisi kemanusiaan di Gaza terus memburuk akibat blokade Israel yang masih berlangsung. Badan-badan PBB telah memperingatkan adanya kelaparan massal akibat pembatasan akses bantuan kemanusiaan ke wilayah tersebut. Israel bersikeras bahwa tidak ada pembatasan pengiriman bantuan dan menuduh Hamas mencuri bantuan yang seharusnya diberikan kepada warga sipil.

Data PBB terbaru menunjukkan bahwa setidaknya 1.373 warga Palestina telah tewas saat mencari makanan sejak akhir Mei. Sebagian besar korban tewas dibunuh oleh militer Israel di dekat lokasi distribusi bantuan. Kejadian ini menimbulkan kecaman internasional dan menuntut adanya penyelidikan independen atas tindakan militer Israel.

Steve Witkoff, utusan Timur Tengah dari Amerika Serikat, telah mengunjungi Israel untuk membahas situasi di Gaza dan upaya mencapai kesepakatan gencatan senjata. Pemerintah Amerika Serikat telah meningkatkan tekanan terhadap Israel dan Hamas untuk mencapai kompromi dan mengakhiri konflik. Namun, negosiasi masih menemui jalan buntu dan belum ada tanda-tanda kesepakatan yang akan segera tercapai.

Latest News
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Post a Comment