Gaza Membara, Ratusan Nyawa Terkubur di Bawah Puing

Gaza kembali menjadi pusat perhatian dunia akibat konflik yang terus berkecamuk. Ratusan nyawa melayang dan bangunan hancur menjadi saksi bisu serangan yang tak henti-hentinya.
Kondisi Mencekam di Gaza
Kota Gaza dan sekitarnya terus menerus digempur, membuat ribuan warga sipil terperangkap di tengah reruntuhan dengan harapan hidup yang kian menipis.
Eskalasi Serangan Israel
Serangan udara dan darat oleh militer Israel meningkat tajam sejak awal Agustus. Intensitas serangan ini dilaporkan menyasar wilayah padat penduduk, menghantam bukan hanya infrastruktur yang diduga terkait kelompok bersenjata, tetapi juga rumah warga sipil, sekolah, hingga fasilitas kesehatan.
Ratusan Bangunan Luluh Lantak, Warga Terjebak
Pertahanan Sipil Palestina melaporkan lebih dari 1.000 bangunan di permukiman Zeitoun dan Sabra, Kota Gaza, rata dengan tanah akibat gempuran sejak 6 Agustus. Tragisnya, ratusan orang diyakini masih terkubur di bawah reruntuhan. Upaya penyelamatan terhambat hebat akibat serangan yang terus berlangsung dan minimnya peralatan memadai.
Upaya Penyelamatan yang Terjal
Tim penyelamat berjuang keras menembus reruntuhan untuk menjangkau korban. Namun, berbagai kendala menghadang, memperburuk krisis kemanusiaan yang sudah sangat parah.
Terbatasnya Akses dan Sumber Daya
Blokade dan penutupan jalan oleh militer Israel menghalangi akses ke lokasi reruntuhan. Selain itu, tim penyelamat kekurangan alat berat, peralatan medis, dan personel terlatih. Kondisi ini memaksa mereka bekerja dengan alat seadanya, memperlambat evakuasi dan mengurangi peluang menyelamatkan nyawa.
Serangan Tak Berhenti, Relawan Terancam
Serangan yang terus berlanjut bahkan di tengah upaya penyelamatan, membahayakan nyawa relawan dan petugas medis. Seorang relawan Bulan Sabit Merah Palestina mengungkapkan betapa sulitnya menjangkau korban karena tembakan tak henti-hentinya. Situasi ini membuat banyak korban tak tertolong, menambah panjang daftar korban jiwa.
Krisis Kemanusiaan Kian Dalam
Konflik berkepanjangan telah menyebabkan krisis kemanusiaan yang memilukan di Gaza. Warga sipil kekurangan makanan, air bersih, obat-obatan, dan tempat tinggal layak.
Kelaparan Mengintai
Kelaparan dilaporkan meluas di Gaza. Banyak keluarga kesulitan mendapatkan makanan yang cukup, terutama anak-anak dan kelompok rentan. Kementerian Kesehatan Gaza mencatat peningkatan signifikan kasus malnutrisi, dengan 289 orang meninggal dunia akibat kekurangan gizi sejak awal konflik, termasuk 115 anak-anak.
Imbauan untuk Tidak Mengungsi
Di tengah situasi yang kian genting, Kementerian Dalam Negeri Gaza mengimbau warga untuk tidak meninggalkan rumah mereka meski terjadi pemboman besar-besaran. Mereka memperingatkan bahwa tidak ada tempat yang aman di Jalur Gaza, dan pengungsian justru akan memperburuk kondisi. Pemerintah setempat mengimbau agar warga tetap berada di komunitas mereka, atau jika terancam, berpindah hanya ke daerah terdekat daripada mengungsi ke selatan.
Peringatan Keras dari Kementerian Dalam Negeri Gaza
Pemerintah setempat terus berupaya memberikan bantuan dan perlindungan kepada warga sipil, meski sumber daya terbatas dan serangan terus berlanjut.
"Tidak Ada Tempat Aman"
Kementerian Dalam Negeri Gaza menegaskan bahwa tidak ada wilayah yang aman di Jalur Gaza, baik utara maupun selatan. Serangan terus menargetkan warga sipil di rumah, tempat penampungan, bahkan kamp-kamp pengungsian. Oleh karena itu, mereka mengimbau warga untuk tidak terpancing oleh klaim zona aman, karena hal itu hanya akan menempatkan mereka dalam bahaya yang lebih besar.
Penolakan Penggusuran Paksa
Pemerintah setempat juga menolak rencana penggusuran paksa penduduk dari Kota Gaza dan kegubernuran utara. Mereka mendesak warga untuk menolak penggusuran dan berpindah ke daerah-daerah yang tersisa di kegubernuran tengah dan Khan Younis. Pemerintah menyerukan kepada warga dan pengungsi di Kota Gaza untuk tidak menanggapi ancaman, menolak penggusuran, dan tidak berpindah ke wilayah yang diklaim sebagai zona kemanusiaan atau aman.
Situasi di Gaza terus memburuk, intervensi internasional mendesak diperlukan untuk mengakhiri kekerasan dan memberikan bantuan kemanusiaan. Masyarakat internasional diharapkan dapat menekan pihak-pihak yang bertikai untuk menghentikan permusuhan dan mencari solusi damai. Tanpa tindakan nyata, Gaza akan terus menjadi saksi penderitaan dan kehilangan. Upaya diplomatik terus dilakukan untuk mencapai gencatan senjata dan membuka akses kemanusiaan yang aman dan berkelanjutan. Penting bagi semua pihak untuk menghormati hukum humaniter internasional dan melindungi warga sipil.