TERBARU

Dubes AS Bikin Geger! Klaim Israel Boleh Duduki Tepi Barat, Langsung Kena Protes Keras

Dubes AS Bikin Geger! Klaim Israel Boleh Duduki Tepi Barat, Langsung Kena Protes Keras


Duta Besar Amerika Serikat untuk Israel, Mike Huckabee, baru-baru ini mengguncang panggung politik global. Sebuah pernyataannya yang menyiratkan Israel berhak atas sebagian besar wilayah Timur Tengah, termasuk Tepi Barat yang diduduki, sontak memicu kegemparan. Ucapannya yang kontroversial ini segera disambut gelombang protes tajam dari berbagai negara dan organisasi internasional. Mereka serentak menilai pernyataan Huckabee bertentangan dengan hukum internasional dan berpotensi merusak upaya perdamaian di kawasan. Insiden ini mencuat setelah wawancara yang menampilkan sang duta besar ditayangkan pada Jumat, semakin memperumit dinamika geopolitik yang sudah tegang di Timur Tengah.

Pernyataan Kontroversial Dubes AS dan Reaksi Aalnya

Klaim mengejutkan dari Duta Besar AS untuk Israel, Mike Huckabee, pertama kali muncul dalam sebuah wawancara eksklusif dengan komentator konservatif, Tucker Carlson. Wawancara tersebut ditayangkan pada Jumat. Dalam perbincangan itu, Carlson membuka diskusi dengan mengangkat narasi Alkitab yang menyebutkan bahwa keturunan Abraham akan menerima tanah yang kini membentang meliputi sebagian besar wilayah Timur Tengah. Ia lalu secara langsung mempertanyakan kepada Huckabee mengenai hak Israel atas wilayah historis tersebut.

Rincian Klaim Mike Huckabee dalam Wawancara

Menjawab pertanyaan Carlson, Huckabee melontarkan pernyataan blak-blakan, "tidak masalah jika mereka mengambil semuanya." Meski begitu, ia menambahkan bahwa saat ini Israel tidak dalam upaya memperluas wilayahnya dan memiliki hak penuh atas keamanan di area yang secara sah berada dalam kendalinya. Namun, justru bagian pernyataan yang menyiratkan Israel boleh menguasai lebih banyak wilayah inilah yang sontak menjadi sorotan tajam dan memicu gejolak reaksi di seluruh dunia.

Ketiadaan Komentar Resmi dari Israel dan Amerika Serikat

Menariknya, meskipun pernyataan Huckabee telah menjadi topik perdebatan panas di kancah internasional, hingga berita ini diterbitkan, belum ada satu pun komentar resmi yang dikeluarkan. Baik pemerintah Israel maupun Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat memilih untuk bungkam. Ketiadaan tanggapan resmi dari kedua belah pihak ini justru kian memicu berbagai spekulasi dan menambah kekhawatiran dari komunitas internasional mengenai potensi implikasi jangka panjang dari ucapan sang duta besar.

Gelombang Protes Keras dari Dunia Internasional

Tak perlu waktu lama, pernyataan Duta Besar AS itu langsung menyulut kemarahan dan kecaman dari berbagai penjuru dunia. Sejumlah negara dan organisasi regional segera bereaksi cepat, menolak keras narasi yang mereka nilai sangat berbahaya bagi stabilitas kawasan yang sudah rentan.

Kecaman dari Negara-negara Arab dan Organisasi Internasional

Kecaman keras mengalir deras dari berbagai negara Arab, termasuk Mesir, Yordania, Arab Saudi, Kuwait, dan Oman. Tak ketinggalan, Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) dan Liga Negara-negara Arab juga menyuarakan keprihatinan mendalam mereka. Kementerian Luar Negeri Arab Saudi, misalnya, tak segan menyebut pernyataan Huckabee sebagai "retorika ekstremis" yang "sama sekali tidak dapat diterima," sekaligus mendesak Kementerian Luar Negeri AS untuk segera mengklarifikasi posisinya. Seorang juru bicara Liga Negara-negara Arab menambahkan pada Minggu (22/2/2026), "Pernyataan ekstremis seperti ini, yang tidak memiliki dasar kuat, hanya akan memperkeruh suasana dan membangkitkan sentimen keagamaan serta nasionalisme yang kontraproduktif."

Retorika Ekstremis dan Pelanggaran Hukum Internasional

Pemerintah Mesir, melalui Kementerian Luar Negerinya, secara tegas menyatakan bahwa ucapan Huckabee merupakan "pelanggaran terang-terangan" terhadap hukum internasional. Mereka menegaskan kembali, dengan tanpa ragu, bahwa Israel tidak memiliki kedaulatan atas wilayah Palestina yang diduduki maupun wilayah Arab lainnya. Pandangan serupa juga digaungkan oleh negara-negara lain, yang melihat retorika semacam itu berpotensi besar mengobarkan konflik dan menghancurkan fondasi perdamaian yang selama ini sudah sangat rapuh.

Peringatan Liga Negara-negara Arab

Lebih jauh, Liga Negara-negara Arab turut mengeluarkan peringatan keras. Mereka menyebut pernyataan semacam ini akan memanaskan suasana dan membangkitkan sentimen keagamaan serta nasionalisme yang ekstrem. Liga Arab menggarisbawahi bahwa klaim legitimasi kendali atas tanah milik orang lain jelas-jelas bertentangan dengan prinsip-prinsip hidup berdampingan secara damai, sebuah cita-cita yang telah lama dan susah payah diperjuangkan di kawasan tersebut.

Sikap Tegas Indonesia Turut Mengecam

Sebagai salah satu negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia dan pendukung setia kemerdekaan Palestina, Indonesia tentu tidak tinggal diam. Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemlu RI) dengan tegas turut bergabung dalam gelombang kecaman internasional, menegaskan penolakannya terhadap pernyataan kontroversial Duta Besar AS tersebut.

Pernyataan Bersama Kemlu RI dengan Negara-negara Timur Tengah

Melalui akun media sosial resminya, Kemlu RI menyampaikan kecaman kolektif bersama sejumlah negara Timur Tengah. Mereka menegaskan bahwa pernyataan Duta Besar AS untuk Israel—yang menyiratkan Israel bisa mengendalikan wilayah-wilayah milik negara-negara Arab, termasuk Tepi Barat—adalah "tidak dapat diterima." Pernyataan bersama tersebut secara gamblang menggarisbawahi kekhawatiran serius bahwa klaim semacam itu berpotensi mengancam stabilitas keamanan di Timur Tengah, khususnya di Jalur Gaza.

Penolakan Klaim yang Bertentangan dengan Hukum Internasional dan Piagam PBB

Indonesia secara eksplisit menolak keras klaim Mike Huckabee mengenai hak Israel untuk menguasai sebagian besar wilayah Timur Tengah. Pemerintah Indonesia menegaskan bahwa pernyataan tersebut secara fundamental bertentangan dengan hukum internasional dan Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang menjadi landasan utama tata kelola hubungan antarnegara. "Kami tegaskan kembali bahwa Israel sama sekali tidak memiliki kedaulatan atas wilayah Palestina yang diduduki atau wilayah Arab yang diduduki lainnya," demikian bunyi pernyataan bersama Kemlu RI, yang disampaikan dengan jelas.

Pernyataan Tidak Sejalan dengan Visi Perdamaian Presiden AS

Lebih jauh, Indonesia dan negara-negara Timur Tengah sama-sama menilai bahwa pernyataan Duta Besar Huckabee ini tidak sejalan dengan visi perdamaian yang pernah diutarakan oleh Presiden AS dalam konteks Palestina. Mereka menekankan bahwa setiap penyelesaian konflik di Gaza harus berlandaskan pada kepastian pembentukan negara Palestina yang merdeka, serta konsep toleransi dan hidup berdampingan di kawasan tersebut. Klaim yang berupaya melegitimasi kendali atas tanah orang lain justru akan merusak tujuan-tujuan perdamaian ini dan memicu ketegangan, alih-alih memajukan proses perdamaian yang telah lama diidamkan.

Konteks Tepi Barat dan Upaya Penyelesaian Konflik

Pernyataan kontroversial Duta Besar Huckabee muncul di tengah situasi Tepi Barat yang terus memanas. Status wilayah ini sendiri telah menjadi salah satu inti konflik Israel-Palestina yang tak kunjung usai selama puluhan tahun.

Upaya Israel Memperdalam Kontrol Atas Tepi Barat

Dalam beberapa bulan terakhir, Israel telah menunjukkan upaya nyata untuk memperdalam cengkeramannya atas Tepi Barat yang diduduki. Ini terlihat dari ekspansi masif pembangunan permukiman Yahudi, legalisasi pos-pos pemukiman yang sebelumnya dianggap ilegal menurut hukum Israel, serta serangkaian perubahan birokrasi signifikan dalam kebijakan pemerintahannya di wilayah tersebut. Langkah-langkah ini secara konsisten menuai kecaman tajam dari komunitas internasional, yang menilai tindakan tersebut melemahkan prospek solusi dua negara yang diidamkan.

Tuntutan Palestina dan Dukungan Solusi Dua Negara

Di sisi lain, Palestina selama puluhan tahun tak henti menyerukan pembentukan negara merdeka di Tepi Barat dan Gaza, dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kotanya. Tuntutan ini mendapat dukungan luas dari sebagian besar komunitas internasional, termasuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), yang secara konsisten mendukung solusi dua negara sebagai satu-satunya jalan menuju perdamaian abadi. Oleh karena itu, klaim Duta Besar Huckabee, yang bisa diinterpretasikan sebagai dukungan terhadap aneksasi wilayah, secara fundamental bertentangan dengan kerangka kerja perdamaian yang telah disepakati bersama.

Latar Belakang Mike Huckabee dan Pandangannya

Untuk memahami lebih dalam konteks pernyataan Duta Besar Mike Huckabee yang kontroversial, penting untuk menilik rekam jejak dan pandangan politiknya yang memang telah lama menjadi sorotan publik.

Profil Singkat dan Pandangan Pro-Israel yang Konsisten

Mike Huckabee dikenal sebagai seorang politikus Amerika Serikat dengan latar belakang Kristen evangelis yang kuat. Ia telah lama menjadi pendukung teguh Israel dan secara terbuka menyuarakan dukungannya terhadap gerakan permukiman di Tepi Barat. Pandangan pro-Israelnya yang sangat konsisten ini telah menjadi ciri khasnya dalam berbagai forum publik dan wawancara, seringkali sejalan dengan interpretasi agama mengenai hak historis Israel atas tanah tersebut.

Penolakan Terhadap Solusi Dua Negara

Lebih jauh, Huckabee secara konsisten menolak gagasan solusi dua negara sebagai satu-satunya jalan penyelesaian konflik Israel-Palestina. Dalam sebuah wawancara setahun lalu, ia bahkan menyatakan ketidakpercayaannya terhadap penggunaan istilah "Palestina" untuk merujuk pada keturunan Arab dari penduduk era mandat Inggris. Pandangan ini jelas menunjukkan bahwa klaimnya tentang hak Israel atas Tepi Barat bukanlah insiden terisolasi, melainkan cerminan dari keyakinan politik dan keagamaannya yang mendalam, yang telah dipegang teguh selama bertahun-tahun. Penolakan terang-terangan terhadap solusi dua negara oleh figur diplomatik AS—meskipun tidak merepresentasikan kebijakan resmi—tentu menambah kompleksitas dalam upaya mencari jalan keluar damai bagi konflik berkepanjangan ini.
Latest News
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Post a Comment