Mengenal Pengelolaan Lembaga Pendidikan Persis: Perpaduan Nilai Islam dan Manajemen Modern
Qumedia - Pernahkah Anda bertanya-tanya bagaimana sebuah organisasi Islam mengelola lembaga pendidikannya agar tetap relevan di era modern, namun tetap berpegang teguh pada nilai-nilai keislaman? Persatuan Islam (Persis) menawarkan jawaban yang menarik.
Lebih dari Sekadar Administrasi
Ketika kita berbicara tentang pengelolaan sekolah, mungkin yang terlintas di pikiran adalah urusan administratif: jadwal, kurikulum, dan keuangan. Namun di lingkungan Persis, pengelolaan lembaga pendidikan memiliki dimensi yang lebih dalam ia bersifat ideologis dan spiritual.
Setiap aspek pengelolaan diarahkan untuk menegakkan nilai-nilai Islam murni berdasarkan Al-Qur'an dan Sunnah. Dalam Pedoman Dasar Jam'iyyah Persis, ditegaskan bahwa seluruh kegiatan pendidikan harus berpijak pada tiga prinsip utama: Tauhid, Ittiba' (mengikuti jejak Rasulullah SAW), dan Ukhuwah Islamiyah.
Fondasi yang Kokoh
Pendidikan dalam Islam bukan sekadar transfer ilmu pengetahuan. Allah SWT berfirman dalam Quran Surat Al-Mujadilah ayat 11 bahwa Allah akan meninggikan derajat orang-orang yang beriman dan berilmu. Rasulullah SAW juga menegaskan dalam hadis yang diriwayatkan Bukhari dan Muslim: "Barang siapa yang dikehendaki Allah kebaikan baginya, maka Allah akan memahamkannya dalam urusan agama."
Landasan ini menjadi pijakan kokoh bagi Persis dalam membangun sistem pendidikannya. Pendidikan dipandang sebagai usaha sadar untuk menanamkan aqidah yang benar, membina akhlak, dan menyiapkan kader umat yang mampu berjuang di jalan Allah.
Lima Prinsip Utama Pengelolaan
Berdasarkan pedoman Jam'iyyah dan teori manajemen pendidikan Islam, ada lima prinsip yang menjadi panduan:
Tauhid sebagai Pusat Orientasi, Setiap kebijakan dan keputusan selalu dikembalikan pada nilai-nilai ketauhidan
Ittiba' kepada Rasulullah SAW, Keteladanan Nabi menjadi standar dalam setiap praktik pendidikan
Profesionalisme dan Amanah, Mengelola pendidikan dengan kompetensi dan tanggung jawab
Keterpaduan Ilmu dan Amal, Ilmu yang dipelajari harus diwujudkan dalam praktik kehidupan
Keadilan dan Transparansi, Organisasi berjalan dengan terbuka dan adil
Bagaimana Implementasinya?
Perencanaan yang Matang
Setiap lembaga pendidikan Persis memulai dengan merumuskan visi dan misi yang jelas. Kurikulum disusun berbasis tauhid, dan kaderisasi guru menjadi perhatian utama. Tanpa guru yang berkualitas dan berkomitmen, nilai-nilai yang ingin ditanamkan sulit terwujud.
Struktur Organisasi yang Sinergis
Yayasan, kepala sekolah, guru, dan staf administrasi bekerja dalam satu kesatuan. Masing-masing memahami perannya dan bergerak menuju tujuan yang sama.
Pembelajaran yang Bermakna
Di ruang kelas, pembelajaran tidak hanya soal menghafal materi. Ada penekanan pada keteladanan, keikhlasan, dan integrasi antara ilmu dan amal. Guru bukan sekadar pengajar, tetapi juga teladan.
Pengawasan Berkelanjutan
Jam'iyyah melakukan supervisi, evaluasi, dan audit mutu secara berkala. Tujuannya memastikan setiap lembaga pendidikan tetap selaras dengan visi dakwah Persis.
Tantangan di Era Modern
Tentu saja, perjalanan tidak selalu mulus. Ada beberapa tantangan yang dihadapi:
Keterbatasan SDM, Tidak mudah menemukan guru yang memiliki kompetensi akademik sekaligus komitmen dakwah yang kuat
Digitalisasi, Bagaimana mengintegrasikan teknologi tanpa kehilangan esensi nilai-nilai Islam?
Kebijakan Nasional, Menyesuaikan dengan regulasi pemerintah sambil mempertahankan karakteristik khas pendidikan Persis
Strategi ke Depan
Untuk menghadapi tantangan tersebut, beberapa strategi dikembangkan:
- Pelatihan manajemen bagi guru dan kepala sekolah
- Digitalisasi administrasi untuk efisiensi
- Kolaborasi antar lembaga pendidikan Islam untuk berbagi sumber daya dan pengalaman
Penutup
Pengelolaan lembaga pendidikan Persis menawarkan model menarik tentang bagaimana nilai-nilai dakwah dapat dipadukan dengan manajemen modern. Dengan tauhid dan ittiba' sebagai landasan, serta komitmen pada profesionalisme dan transparansi, lembaga pendidikan Persis berpotensi menjadi rujukan pendidikan Islam yang unggul.
Yang membedakan adalah orientasinya: bukan sekadar mencetak lulusan yang cerdas secara akademik, tetapi juga membentuk kader umat yang berilmu, beriman, dan berakhlak mulia generasi yang siap berjuang di jalan Allah. Qumedia
- Persatuan Islam (Persis). (2019). Pedoman Dasar dan Pedoman Organisasi Jam'iyyah Persatuan Islam. Bandung: Pimpinan Pusat Persis.
- Mulyasa, E. (2013). Manajemen Pendidikan Islam. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
- Fattah, N. (2017). Landasan Manajemen Pendidikan Islam. Bandung: Alfabeta.
