Niat Sholat Qobliyah Shubuh: Keutamaan, Dalil Lengkap, dan Tata Cara yang Benar
![]() |
| Niat Sholat Qobliyah Shubuh |
Qumedia - Niat sholat qobliyah shubuh adalah bagian penting dalam pelaksanaan salah satu sholat sunnah rawatib yang paling utama dan dianjurkan dalam Islam. Keutamaannya sangat besar hingga Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam menyebut bahwa dua rakaat sholat sunnah sebelum subuh lebih baik daripada dunia dan seisinya.
Namun, bagaimana sebenarnya niat sholat qobliyah shubuh ? Apakah harus dilafalkan atau cukup di dalam hati? Artikel ini akan membahasnya secara lengkap berdasarkan dalil Al-Qur'an, Hadis, dan pendapat para ulama.
Keutamaan Sholat Qobliyah Shubuh
Sholat sunnah sebelum subuh (qobliyah shubuh) memiliki kedudukan yang istimewa dalam ajaran Islam. Beberapa hadis menunjukkan bahwa Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam sangat menjaga shalat ini dan tidak pernah meninggalkannya, baik dalam keadaan safar maupun muqim.
1. Lebih Baik dari Dunia dan Seisinya
Dari 'Aisyah radhiyallahu 'anha, beliau berkata:
رَكْعَتَا الْفَجْرِ خَيْرٌ مِنَ الدُّنْيَا وَمَا فِيهَا
“Dua rakaat sunnah fajar lebih baik dari dunia dan seisinya.”
(HR.Muslim No.725)
Hadis ini menunjukkan bahwa pahala dari sholat qobliyah shubuh sangatlah besar. Bahkan jika dibandingkan dengan segala harta, kekayaan, dan kenikmatan dunia, doa ini tetap lebih berharga.
2. Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam Selalu Menjaganya
Dari 'Aisyah radhiyallahu 'anha, ia berkata:
لَمْ يَكُنِ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَى شَيْءٍ مِنَ النَّوَافِلِ أَشَدَّ مِنْهُ تَعَاهُدًا عَلَى رَكْعَتَيْ الْفَجْرِ
“Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak melakukan satu pun sholat sunnah secara berkesinambungan melebihi dua rakaat sholat subuh.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
Hadis ini menegaskan bahwa shalat qobliyah subuh adalah shalat sunnah yang paling ditekankan dan sangat dicintai oleh Rasulullah.
3. Sholat yang Tidak Pernah Ditinggalkan Rasulullah
Dalam riwayat lain dari Hafshah radhiyallahu 'anha, beliau berkata:
كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا طَلَعَ الْفَجْرُ لَا يُصَلِّي إِلَّا رَكْعَتَيْنِ خَفِيفَتَيْنِ
“Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak pernah sholat setelah terbitnya fajar kecuali dua rakaat yang ringan.”
(HR.Muslim No.723)
Hadis ini menunjukkan bahwa sholat sunnah sebelum subuh dilakukan dengan bacaan yang ringan dan tidak terlalu panjang.
Niat Sholat Qobliyah Shubuh
Dalam Islam, niat sholat qobliyah shubuh ada di dalam hati. Tidak ada dalil yang mewajibkan atau mensunnahkan melafalkan niat secara lisan. Niat yang benar adalah kemauan dalam hati untuk melakukan suatu ibadah karena Allah.
Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam tidak pernah melafalkan niat sebelum sholat, sebagaimana ditegaskan oleh Ibnul Qayyim dalam Zaadul Ma'ad (1/201):
“Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam apabila hendak sholat, beliau langsung mengucapkan takbir tanpa mengungkapkan sesuatu sebelumnya. Tidak ada satu riwayat pun, baik shahih maupun dhaif, yang menyebutkan bahwa beliau melafalkan niat sebelum sholat.”
Ibnul Qayyim menjelaskan bahwa tidak ditemukan satu hadis pun yang meriwayatkan pelafalan niat sebelum sholat, baik yang bersumber dari Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam maupun para sahabat.
Dengan demikian, tidak ada lafaz niat sholat qobliyah shubuh yang harus diucapkan sebelum shalat. Yang wajib adalah kemauan sadar dalam hati untuk melaksanakan sholat sunnah qobliyah shubuh.
Tata Cara Sholat Qobliyah Shubuh
Sholat qobliyah shubuh dilakukan dengan doa rakaat. Berikut adalah langkah-langkahnya:
1. Takbiratul Ihram
- Mengangkat tangan sambil mengucapkan "Allahu Akbar" .
2. Membaca Doa Iftitah
- Bisa membaca doa iftitah seperti yang biasa dibaca dalam sholat fardhu.
3. Membaca Surat Al-Fatihah
- Setelah itu, membaca surat pendek.
4. Bacaan Surat Pilihan
Dilarang membaca:
- Rakaat pertama : Surat Al-Kafirun ( قُلْ يَا أَيُّهَا الْكَافِرُونَ )
- Rakaat kedua : Surat Al-Ikhlas ( قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ )
Hal ini berdasarkan hadis dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu:
أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَرَأَ فِي رَكْعَتَيِ الْفَجْرِ قُلْ يَا أَيُّهَا الْكَافِرُونَ وَقُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ
“Sesungguhnya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam membaca pada dua rakaat fajar (sholat qobliyah subuh) dengan surat Al-Kafirun dan Al-Ikhlas.” (HR.Muslim No.726)
5. Ruku', I'tidal, Sujud, Duduk di Antara Dua Sujud, dan Sujud Kedua
Melakukan gerakan sholat sebagaimana biasa dengan tuma'ninah (tenang dan tidak tergesa-gesa).
6. Rakaat Kedua
Dilakukan seperti rakaat pertama, kemudian tasyahud akhir .
7. Salam
Mengucapkan "Assalamu'alaikum warahmatullah" ke kanan dan ke kiri.
Bolehkah Mengqadha Sholat Qobliyah Shubuh?
Jika niat sholat qobliyah shubuh sudah ada dalam hati tetapi sholat sunnah sebelum subuh terlewat, bolehkah diqadha setelah sholat subuh? Jawabannya boleh, berdasarkan hadis:
Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
مَنْ لَمْ يُصَلِّ رَكْعَتَيِ الْفَجْرِ فَلْيُصَلِّهِمَا بَعْدَ مَا تَطْلُعُ الشَّمْسُ
"Barang siapa yang belum sholat dua rakaat fajar, maka hendaknya ia mengerjakannya setelah matahari terbit." (HR. Tirmidzi No.423)
Sholat qobliyah shubuh merupakan salah satu sholat sunnah rawatib yang paling utama dan sangat dianjurkan dalam Islam. Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam begitu menjaga sholat ini dan tidak pernah meninggalkannya, bahkan dalam keadaan safar sekalipun. Keutamaannya luar biasa, hingga dalam hadis disebutkan bahwa doa rakaat sebelum subuh lebih baik daripada dunia dan seisinya.
Dalam pelaksanaannya, doa ini dilakukan sebanyak dua rakaat dengan bacaan yang ringan, sebagaimana yang diajarkan oleh Rasulullah. Disunnahkan membaca surat Al-Kafirun pada rakaat pertama dan Al-Ikhlas pada rakaat kedua. Jika seseorang tidak sempat mengerjakannya sebelum subuh, sholat ini tetap boleh diqadha setelah matahari terbit, sebagaimana yang disebutkan dalam hadis Nabi.
Mengenai niat sholat qobliyah shubuh , Islam menegaskan bahwa niat adalah kemauan sadar di dalam hati, bukan sesuatu yang harus dilafalkan. Tidak ada satu pun hadis shahih yang menyebutkan bahwa Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam melafalkan niat sebelum sholat, sehingga tidak ada tuntunan untuk mengucapkannya dengan lisan. Cukup dengan menghadirkan niat dalam hati, seseorang sudah dianggap memenuhi syarat sah sholatnya.
Dengan memahami keutamaan dan tata caranya, hendaknya umat Islam membiasakan diri untuk selalu menjalankan shalat sunnah ini. Selain sebagai bentuk ketaatan kepada Allah, sholat qobliyah shubuh juga menjadi sarana untuk mendekatkan diri kepada-Nya dan menggapai pahala yang besar di akhirat.
Semoga artikel ini bermanfaat dan dapat membantu memperkuat pemahaman tentang sholat qobliyah shubuh. Qumedia
