Singapura Raih Gelar Paspor Paling Sakti Sedunia, Paspor Afganistan Jadi yang Terlemah
Indeks Paspor Henley tahun 2026 kembali merilis daftar peringkat paspor terkuat dan terlemah di dunia, menyoroti perbedaan signifikan dalam kebebasan bepergian antarnegara. Dalam laporan terbaru ini, Singapura sekali lagi mengukuhkan posisinya sebagai pemegang paspor paling 'sakti' di kancah global. Sementara itu, paspor Afganistan masih berada di posisi paling bawah, mencerminkan tantangan besar bagi warganya untuk melintasi batas internasional tanpa hambatan. Perbedaan drastis ini menggarisbawahi kesenjangan mobilitas global yang kian melebar, dipengaruhi oleh faktor ekonomi, politik, dan hubungan diplomatik antarnegara.
Singapura Dinobatkan sebagai Paspor Paling Sakti
Singapura berhasil mempertahankan gelarnya sebagai paspor terkuat di dunia menurut Henley Passport Index 2026. Dengan kemudahan akses bebas visa ke 192 destinasi internasional, pemegang paspor Singapura menikmati kebebasan bepergian yang tak tertandingi. Prestasi ini bukan hanya mencerminkan stabilitas politik dan ekonomi Singapura, melainkan juga keberhasilan diplomasi negara kota tersebut dalam membangun hubungan baik dengan berbagai belahan dunia.Kemudahan akses ini memberikan keuntungan signifikan bagi warga Singapura, baik untuk kepentingan bisnis, pariwisata, maupun studi. Ini juga menempatkan Singapura sebagai salah satu pusat konektivitas global yang sangat diminati. Para analis menilai bahwa posisi dominan Singapura ini kemungkinan akan bertahan dalam beberapa tahun ke depan, mengingat fundamental kuat yang dimilikinya.
Analisis IATA dan Tren Perjalanan Global
Peringkat dalam Indeks Paspor Henley ini didasarkan pada data eksklusif dari International Air Transport Association (IATA), otoritas perjalanan udara terbesar di dunia. Data ini menjadi fondasi validasi yang kuat mengenai kemudahan akses dan mobilitas global, yang trennya sendiri menunjukkan peningkatan signifikan.Direktur Jenderal IATA, Willie Walsh, menekankan bahwa jumlah orang yang bepergian pada tahun 2026 diperkirakan akan mencapai rekor tertinggi. "Manfaat ekonomi dan sosial dari perjalanan ini terus bertambah seiring kemudahan akses," ujar Walsh, seperti dikutip pada Sabtu (17/1/2026). Ia menambahkan bahwa kemudahan ini berperan penting dalam menggerakkan roda perekonomian global.
Meski begitu, Walsh juga menyoroti kompleksitas perjalanan modern. "Banyak warga negara menyadari bahwa paspor saja kini tidak selalu cukup untuk melintasi perbatasan," imbuhnya. Pernyataan ini mengindikasikan bahwa meskipun mobilitas meningkat, persyaratan tambahan seperti visa atau izin masuk tertentu masih menjadi faktor penting. IATA sendiri memperkirakan maskapai penerbangan di seluruh dunia akan mengangkut lebih dari 5,2 miliar penumpang sepanjang tahun ini, sebuah lonjakan yang menunjukkan optimisme industri perjalanan.
Afghanistan Peringkat Terbawah dalam Indeks Paspor
Di sisi lain spektrum, Afganistan kembali menduduki peringkat terbawah dalam Indeks Paspor Henley 2026, berada di posisi ke-101. Pemegang paspor Afganistan hanya memiliki akses bebas visa ke 24 destinasi internasional. Angka ini jauh di bawah rata-rata global, bahkan terpaut sangat jauh dari paspor terkuat.Situasi ini mencerminkan tantangan besar yang dihadapi warga Afganistan untuk mobilitas internasional. Konflik berkepanjangan, ketidakstabilan politik, dan kondisi ekonomi yang sulit seringkali menjadi faktor utama pembatas. Kondisi ini membuat warga Afganistan kesulitan mencari peluang pendidikan, pekerjaan, atau bahkan sekadar mengunjungi kerabat di luar negeri.
Paspor Afganistan diikuti oleh Suriah di peringkat ke-100 dengan akses ke 26 destinasi, serta Irak di posisi ke-99 yang memungkinkan perjalanan bebas visa ke 29 destinasi. Negara-negara ini mayoritas dilanda konflik atau memiliki situasi geopolitik yang rumit, secara langsung mempengaruhi kebebasan bepergian warganya.
Top 10 Paspor Terkuat di Dunia 2026
Peringkat paspor terkuat di dunia untuk tahun 2026 menunjukkan dominasi negara-negara maju dengan diplomasi yang kuat. Berikut adalah daftar 10 paspor terkuat:1. Singapura: Menduduki posisi puncak dengan akses bebas visa ke 192 destinasi. Keunggulannya sangat signifikan dibandingkan negara lain. 2. Jepang, Korea Selatan: Berbagi posisi kedua dengan 188 destinasi bebas visa. Kedua negara Asia Timur ini menunjukkan kekuatan ekonomi dan hubungan diplomatik yang solid. 3. Denmark, Luksemburg, Spanyol, Swedia, Swiss: Lima negara Eropa ini berada di peringkat ketiga, masing-masing dengan 186 destinasi bebas visa. 4. Austria, Belgia, Finlandia, Prancis, Jerman, Yunani, Irlandia, Italia, Belanda, Norwegia: Sepuluh negara Eropa lainnya ini menempati peringkat keempat, menawarkan akses ke 185 destinasi. 5. Hongaria, Portugal, Slovakia, Slovenia, Uni Emirat Arab: Lima negara ini menduduki peringkat kelima dengan 184 destinasi bebas visa, menunjukkan peningkatan mobilitas bagi UEA. 6. Kroasia, Republik Ceko, Estonia, Malta, Selandia Baru, Polandia: Enam negara ini berada di peringkat keenam, masing-masing dengan 183 destinasi. 7. Australia, Latvia, Liechtenstein, Inggris Raya: Keempat negara ini menempati peringkat ketujuh, memberikan akses bebas visa ke 182 destinasi. 8. Kanada, Islandia, Lituania: Tiga negara ini berbagi peringkat kedelapan dengan 181 destinasi. 9. Malaysia: Negara Asia Tenggara ini masuk dalam 10 besar, menempati peringkat kesembilan dengan 180 destinasi bebas visa. 10. Amerika Serikat: Melengkapi daftar sepuluh besar di peringkat kesepuluh, menawarkan akses ke 179 destinasi.
Daftar Paspor Terlemah di Dunia 2026
Sementara itu, daftar paspor terlemah di dunia mencerminkan tantangan signifikan yang dihadapi oleh negara-negara yang dilanda konflik, ketidakstabilan politik, atau isolasi internasional. Berikut adalah daftar paspor dengan akses bebas visa paling terbatas:1. Afghanistan: Berada di posisi paling bawah (peringkat ke-101), hanya dengan 24 destinasi bebas visa. 2. Suriah: Diikuti oleh Suriah di peringkat ke-100 dengan akses ke 26 destinasi bebas visa. 3. Irak: Memiliki 29 destinasi bebas visa, menempatkannya di peringkat ke-99. 4. Pakistan, Yaman: Kedua negara ini berbagi peringkat ke-98, masing-masing dengan akses ke 31 destinasi bebas visa. 5. Somalia: Berada di peringkat ke-97 dengan 33 destinasi bebas visa. 6. Nepal: Di posisi ke-96 dengan 35 destinasi bebas visa. 7. Bangladesh: Di peringkat ke-95 dengan 37 destinasi bebas visa. 8. Eritrea, Korea Utara, Wilayah Palestina: Ketiga wilayah ini berbagi peringkat ke-94, masing-masing dengan akses bebas visa ke 38 destinasi. 9. Libya, Sri Lanka: Terikat di peringkat ke-93, keduanya menawarkan akses ke 39 destinasi bebas visa. 10. Iran: Menempati posisi ke-92, memungkinkan perjalanan bebas visa ke 40 destinasi.
Perbedaan mencolok antara daftar paspor terkuat dan terlemah ini menegaskan betapa krusialnya stabilitas geopolitik dan kekuatan ekonomi dalam menentukan kebebasan mobilitas warganya. Ke depan, perubahan dalam hubungan diplomatik dan perkembangan situasi internal negara-negara ini akan terus mempengaruhi peringkat di tahun-tahun mendatang.