TERBARU

Apa Saja yang Lagi Heboh di Dunia? Cek 5 Berita Internasional Terpopuler Hari Ini

Apa Saja yang Lagi Heboh di Dunia? Cek 5 Berita Internasional Terpopuler Hari Ini


Pada hari Sabtu, 27 Desember 2025, panggung dunia kembali diramaikan oleh berbagai peristiwa menarik yang tak luput dari perhatian. Mulai dari ketegangan konflik hingga upaya perdamaian, kabar dari penjuru bumi selalu menjadi sorotan. Mari kita selami lima berita internasional paling populer yang kini sedang hangat diperbincangkan dan mendominasi pemberitaan media.

Lima Berita Internasional Terpopuler Hari Ini

Arab Saudi Tegaskan Dukungan untuk Yaman dan Serukan Separatis Mundur

Arab Saudi kembali menegaskan dukungannya terhadap pemerintah Yaman. Riyadh menyatakan komitmen penuh untuk mendampingi Yaman dalam menghadapi konfrontasi militer melawan pasukan separatis, sekaligus menyerukan agar kelompok separatis menarik diri "secara damai" dari provinsi-provinsi yang baru saja mereka kuasai di Yaman. Pernyataan tegas ini disampaikan pada Sabtu, 27 Desember 2025, menyusul adanya laporan serangan udara Saudi sehari sebelumnya terhadap posisi separatis di Provinsi Hadramawt, Yaman.

Juru bicara koalisi pimpinan Saudi, Jenderal Turki al-Malki, dalam keterangannya kepada kantor berita Saudi, SPA, menegaskan bahwa pihaknya akan mengambil tindakan "secara langsung dan pada saat yang tepat... untuk melindungi warga sipil." Langkah ini merupakan bagian esensial dari upaya koalisi untuk mengembalikan stabilitas dan kedaulatan pemerintah Yaman yang diakui secara internasional. Kondisi ini secara jelas menggambarkan peningkatan ketegangan di Yaman pasca-perebutan wilayah oleh kelompok separatis.

Thailand dan Kamboja Sepakat Gencatan Senjata "Segera"

Sebuah titik terang muncul dari Asia Tenggara. Thailand dan Kamboja akhirnya sepakat untuk memberlakukan gencatan senjata "segera" di wilayah perbatasan mereka. Kesepakatan ini, yang dituangkan dalam pernyataan bersama pada Sabtu, 27 Desember 2025, menandai komitmen kedua negara untuk menghentikan bentrokan mematikan yang telah berlangsung selama berminggu-minggu. Konflik bersenjata yang melibatkan artileri, tank, drone, dan jet tempur ini telah menelan korban jiwa sedikitnya 47 orang dan memaksa lebih dari satu juta penduduk mengungsi dari rumah mereka.

"Ini adalah langkah krusial untuk memulihkan perdamaian dan stabilitas di perbatasan kami," ungkap seorang perwakilan Kementerian Luar Negeri Thailand, yang identitasnya tidak disebutkan, kepada media lokal. Sebelumnya, pertempuran telah meluas ke hampir setiap provinsi perbatasan di kedua negara, bahkan sempat menggagalkan upaya gencatan senjata yang diklaim berhasil melalui mediasi internasional. Kesepakatan terbaru ini diharapkan dapat menjadi landasan kokoh bagi dialog yang lebih konstruktif ke depannya.

Insiden di Tepi Barat: Tentara Israel Tabrak Pria Palestina yang Sedang Salat

Ketegangan di Tepi Barat kembali memanas menyusul sebuah insiden serius pada Kamis, 25 Desember 2025. Sebuah kendaraan yang dikemudikan oleh seorang tentara cadangan Israel menabrak seorang pria Palestina yang tengah salat di wilayah pendudukan Tepi Barat. Militer Israel segera mengeluarkan pernyataan yang mengonfirmasi kejadian tersebut. "Rekaman yang diterima menunjukkan seorang individu bersenjata menabrak seorang warga Palestina," demikian pernyataan militer Israel, sembari menambahkan bahwa individu pelaku adalah seorang tentara cadangan.

Insiden ini sontak memicu kecaman keras dan segera ditindaklanjuti oleh otoritas militer Israel. Dilansir Reuters, militer Israel menyatakan bahwa tentara cadangan tersebut terbukti bertindak "dengan pelanggaran berat terhadap wewenang, dan senjatanya telah disita." Lebih jauh, dinas militer prajurit bersangkutan langsung dihentikan, menegaskan keseriusan penanganan insiden yang berpotensi memperkeruh situasi di wilayah konflik. Saat ini, investigasi menyeluruh sedang berjalan untuk mengungkap motif serta detail kejadian lebih lanjut.

Kelompok Separatis Yaman Tak Gentar Usai Serangan Udara Arab Saudi

Meskipun mendapat gempuran serangan udara dari Arab Saudi, kelompok separatis Yaman menegaskan tidak gentar dan tetap teguh pada tujuan mereka. Serangan udara yang dilancarkan Saudi pada Jumat, 26 Desember 2025, menandai eskalasi terbaru setelah kelompok tersebut berhasil merebut sebagian wilayah Yaman pada bulan sebelumnya. Kelompok separatis, yang diketahui didukung oleh Uni Emirat Arab, memiliki ambisi kuat untuk menghidupkan kembali negara Yaman Selatan yang pernah merdeka.

"Kami tidak akan mundur dari perjuangan kami untuk kedaulatan dan masa depan Selatan," tegas seorang juru bicara kelompok separatis, seperti dikutip AFP pada Sabtu, 27 Desember 2025. Mereka dilaporkan telah menguasai sejumlah wilayah strategis dalam beberapa pekan terakhir, bahkan mengabaikan peringatan keras dari Arab Saudi, yang merupakan pendukung utama pemerintah Yaman yang diakui secara internasional. Sementara itu, Washington, yang menganggap Arab Saudi dan Uni Emirat Arab sebagai sekutu, telah menyerukan agar semua pihak menahan diri demi menghindari eskalasi konflik yang lebih luas.

Pria Palestina Lakukan Penusukan dan Penabrakan, Tewaskan Dua Warga Israel

Israel utara diguncang oleh serangan mematikan pada Jumat, 26 Desember 2025, ketika seorang pria Palestina menewaskan dua orang dalam serangkaian insiden penusukan dan penabrakan. Serangan brutal ini segera memicu operasi militer besar-besaran oleh Israel terhadap desa asal pelaku di wilayah pendudukan Tepi Barat. Peristiwa tragis ini terjadi hanya sehari setelah seorang tentara cadangan Israel menabrak seorang pria Palestina yang sedang salat di Tepi Barat, menimbulkan spekulasi tentang kemungkinan aksi balas dendam.

Polisi Israel mengonfirmasi bahwa korban pertama adalah seorang pria berusia 68 tahun, yang ditabrak di kota Beit Shean. "Investigasi awal menunjukkan ini adalah serangan teror beruntun yang dimulai di kota Beit Shean," demikian pernyataan polisi Israel. Setelah insiden penabrakan, pelaku melanjutkan aksinya dengan penusukan, yang akhirnya menewaskan korban kedua. Kini, operasi militer berskala besar tengah digencarkan di wilayah Tepi Barat untuk memburu individu lain yang kemungkinan terlibat atau memberikan dukungan terhadap pelaku serangan.

Latest News
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Post a Comment