Israel, Hentikan Sekarang! Seruan Keras Terdengar dari Jerman Soal Permukiman di Tepi Barat
Teguran keras dilayangkan Jerman kepada Israel terkait rencana pembangunan ribuan rumah baru di Tepi Barat. Berlin mendesak penghentian segera aktivitas permukiman di wilayah pendudukan tersebut.
Jerman Kritik Keras Rencana Pembangunan Permukiman Israel
Pemerintah Jerman secara terbuka menentang rencana Israel membangun ribuan unit permukiman baru di Tepi Barat. Kementerian Luar Negeri Jerman menyebut tindakan ini akan merusak prospek perdamaian antara Israel dan Palestina.
"Kami sangat menolak pengumuman pemerintah Israel tentang ribuan permukiman baru di wilayah Tepi Barat yang diduduki," demikian pernyataan resmi Kementerian Luar Negeri Jerman pada Jumat (15/8/2025), seperti dikutip dari AFP dan Al Arabiya.
Seruan Penghentian Aktivitas Permukiman
Kementerian Luar Negeri Jerman secara khusus meminta Israel untuk menghentikan pembangunan permukiman di wilayah pendudukan Palestina. Menurut Berlin, tindakan sepihak ini merusak kepercayaan dan menghalangi dialog yang konstruktif. Jerman mengingatkan Israel tentang kewajibannya sebagai kekuatan pendudukan di bawah hukum internasional.
Menteri Keuangan Israel Dukung Ekspansi Permukiman
Berbeda dengan kecaman internasional, Menteri Keuangan Israel, Bezalel Smotrich, justru mendukung rencana pembangunan tersebut. Ia bahkan menyerukan aneksasi Tepi Barat sebagai respons terhadap rencana beberapa negara yang akan mengakui Palestina.
Smotrich menyatakan dukungannya untuk pembangunan 3.400 rumah di area kontroversial di Tepi Barat.
"Mereka yang ingin mengakui negara Palestina hari ini akan menerima respons dari kami di lapangan... Melalui tindakan nyata: rumah-rumah, lingkungan, jalanan, dan keluarga-keluarga Yahudi yang membangun kehidupan mereka," tegas Smotrich.
Kontroversi Proyek E1 di Yerusalem Timur
Salah satu titik perhatian utama adalah rencana pembangunan permukiman di Yerusalem Timur, khususnya area E1. Proyek ini telah lama dibekukan akibat penentangan internasional. Pembangunan di E1 berpotensi membagi Tepi Barat menjadi dua bagian dan memutus akses wilayah Palestina ke Yerusalem Timur, yang diharapkan menjadi ibu kota negara Palestina di masa depan.
Permukiman Ilegal Menurut Hukum Internasional
Pembangunan permukiman Israel di Tepi Barat dianggap ilegal menurut hukum internasional. Para kritikus berpendapat permukiman ini akan merusak harapan negara Palestina merdeka dengan Yerusalem Timur sebagai ibukotanya.
Smotrich: 'Kubur' Gagasan Negara Palestina
Smotrich bahkan menyatakan pembangunan permukiman bertujuan untuk "mengubur" gagasan negara Palestina.
"Pada hari penting ini, saya menyerukan kepada Perdana Menteri Benjamin Netanyahu untuk menerapkan kedaulatan Israel di Yudea dan Samaria, untuk meninggalkan gagasan pembagian negara untuk selamanya, dan untuk memastikan bahwa pada September, para pemimpin Eropa yang munafik tidak akan memiliki apa pun lagi untuk diakui," ucap Smotrich, menggunakan istilah Alkitab untuk menyebut Tepi Barat.
Rencana Pengakuan Palestina oleh Negara Lain
Di tengah kebuntuan proses perdamaian, sejumlah negara, termasuk Perancis dan Inggris, berencana mengakui negara Palestina di Majelis Umum PBB pada bulan September. Langkah ini dilihat sebagai upaya untuk menjaga harapan solusi dua negara tetap hidup. Negara-negara itu mengatakan pengakuan itu dimaksudkan untuk menjaga solusi dua negara tetap hidup.