Bendera One Piece di Tegal Bikin Geger, Kok Bisa Sampai Dicopot?
Warga Kota Tegal baru-baru ini dihebohkan dengan berkibarnya bendera bergambar karakter anime One Piece di sebuah toko reklame. Bendera bergambar logo bajak laut topi jerami itu akhirnya diturunkan setelah mendapat teguran dari pihak berwenang. Bagaimana cerita lengkapnya?
Bendera One Piece "Nampang" di Tegal
Kejadian bermula ketika bendera bergambar karakter dari serial anime populer, One Piece, terlihat di sebuah toko reklame di Kelurahan Keturen, Kecamatan Tegal Selatan. Pemandangan tak biasa ini langsung menarik perhatian warga sekitar dan dengan cepat menyebar di media sosial.
Merah Putih, Palestina, dan...One Piece
Yang membuat kejadian ini semakin unik, bendera One Piece tersebut dikibarkan satu tiang dengan bendera Merah Putih dan bendera Palestina. Pemasangan bendera yang tidak umum ini memicu beragam komentar. Sebagian warga merasa terhibur, namun ada juga yang menilai kurang pantas. Bendera tersebut terlihat berkibar di atap toko reklame pada Rabu (6/8) siang.
Pengakuan Karyawan: Suka dan Sedang Viral
Usut punya usut, bendera One Piece tersebut dipasang oleh Umam, seorang karyawan toko reklame. Ia mengaku memasang bendera tersebut karena sangat menyukai serial anime One Piece dan merasa bahwa momen tersebut sedang viral di kalangan penggemar anime. "Tidak ada maksud lain, saya hanya sangat suka dengan One Piece dan kebetulan sedang banyak diperbincangkan," ujar Umam pada Rabu (6/8/2025). Ia menambahkan tidak ada niat politis atau maksud tertentu dalam pemasangan bendera tersebut.
Teguran Datang, Bendera Dicopot
Sayangnya, "kebebasan berekspresi" ini tidak berlangsung lama. Kabar pemasangan bendera One Piece sampai ke telinga aparat pemerintah setempat yang langsung bertindak.
Aparat Turun Tangan
Aparat kepolisian bersama aparat Kelurahan Keturen mendatangi toko reklame tersebut. Kedatangan mereka bertujuan untuk mengklarifikasi pemasangan bendera yang dianggap tidak sesuai aturan.
Edukasi dan Pencopotan Sukarela
Polisi dan pihak kelurahan memberikan teguran kepada pihak toko reklame dan meminta agar bendera One Piece dan bendera Palestina segera dicopot. Alasannya, pemasangan bendera dinilai tidak sesuai dengan ketentuan mengenai pemasangan bendera Merah Putih. Bendera Merah Putih seharusnya dikibarkan secara terhormat dan tidak dicampur dengan bendera lain yang tidak sesuai dengan nilai-nilai kebangsaan.
Lurah Keturen, Agus Tirto, menjelaskan bahwa pihaknya langsung mendatangi lokasi setelah menerima laporan dari masyarakat. Ia menyoroti pemasangan bendera di tempat tinggi dan mudah dilihat. "Setelah kami datangi, ternyata yang memasang adalah karyawan toko. Alasannya ikut-ikutan karena sedang viral. Namun setelah kami berikan edukasi, akhirnya bendera tersebut dicopot secara sukarela," jelas Agus Tirto.
Selain meminta pencopotan bendera, aparat pemerintah juga memberikan edukasi kepada karyawan toko reklame serta masyarakat sekitar mengenai pentingnya menjaga kehormatan bendera Merah Putih sebagai simbol negara. Pemasangan bendera selain bendera Merah Putih harus memperhatikan aturan dan norma yang berlaku.
Petugas kepolisian yang enggan disebutkan namanya menambahkan, "Ini adalah langkah preventif agar kejadian serupa tidak terulang kembali. Kami berharap masyarakat lebih memahami aturan dan etika dalam pemasangan bendera."
Insiden ini menjadi pelajaran berharga mengenai pentingnya memahami aturan dan norma dalam pemasangan bendera. Kejadian ini juga menggambarkan kuatnya pengaruh budaya populer, seperti anime, dalam kehidupan sehari-hari, khususnya di kalangan anak muda. Diharapkan pemerintah daerah dapat lebih aktif memberikan sosialisasi dan edukasi mengenai aturan pemasangan bendera agar kejadian serupa tidak terulang. Masyarakat juga diharapkan lebih bijak dalam berekspresi, dengan tetap menghormati nilai-nilai kebangsaan dan aturan yang berlaku.