Mo Salah Sentil UEFA, Empati Kok Pilih-Pilih?

Mo Salah Sentil UEFA, Empati Kok Pilih-Pilih?


UEFA dikecam habis-habisan setelah menyampaikan belasungkawa atas wafatnya mantan pemain sepak bola Palestina, Suleiman al-Obeid. Banyak pihak menilai badan sepak bola tertinggi Eropa itu tebang pilih karena tak menyebutkan secara gamblang penyebab kematian Obeid. Kecaman ini memantik reaksi keras dari berbagai kalangan, termasuk bintang Liverpool, Mohamed Salah, serta legenda sepak bola seperti Erick Cantona dan Gary Lineker.

Sindiran Mohamed Salah

Melalui media sosial pribadinya, Mohamed Salah melontarkan kritik pedas terhadap UEFA. Ia mempertanyakan ketidakjelasan UEFA dalam menyampaikan duka. Pemain the Reds itu secara implisit menyayangkan sikap UEFA yang dianggap tidak transparan. "Bisakah Anda memberi tahu kami bagaimana dia meninggal, di mana, dan mengapa?" tanya Salah, dalam unggahan yang mencerminkan kekecewaan mendalam. Pertanyaan ini langsung memicu gelombang dukungan dari penggemar sepak bola di seluruh dunia, yang sepakat bahwa UEFA seharusnya lebih terbuka.

Kekecewaan Legenda Sepak Bola

Kematian Suleiman al-Obeid, di tengah konflik yang terus berkecamuk, tak hanya menyentuh hati Mohamed Salah. Beberapa tokoh sepak bola dunia juga tak ketinggalan menyuarakan kekecewaan dan kemarahan.

Erick Cantona Mengecam

Erick Cantona, mantan bintang Manchester United yang dikenal karena sikapnya yang lantang terhadap isu kemanusiaan, melampiaskan amarahnya. Dalam unggahannya, Cantona mengecam keras tindakan Israel dan menyebutnya sebagai genosida. "Israel baru saja membunuh bintang tim nasional Palestina, Suleiman Al-Obeid, saat menunggu bantuan di Rafah," tulis Cantona dengan nada geram, mencerminkan keprihatinan mendalam atas situasi yang dihadapi warga Palestina dan menyerukan diakhirinya kekerasan.

Gary Lineker Menyindir FIFA

Mantan striker timnas Inggris, Gary Lineker, turut menunjukkan ketidakpuasannya terhadap sikap diam FIFA terkait tragedi yang menimpa Suleiman al-Obeid. Ia membagikan unggahan Erick Cantona dan menambahkan komentar singkat, "Kita tak mendengar anda, FIFA." Kritik pedas Lineker menyoroti minimnya respons FIFA terhadap isu kemanusiaan, mendesak organisasi tersebut untuk lebih aktif menyuarakan keprihatinan.

Suleiman al-Obeid, menurut berbagai laporan, meninggal dunia dalam serangan di Gaza Selatan pada Rabu, 6 Agustus 2025. Pria berusia 41 tahun itu dikabarkan tewas saat mengantre bantuan kemanusiaan.

UEFA sendiri mengeluarkan pernyataan resmi: "Selamat jalan Suleiman al-Obeid, 'Pele-nya Palestina'. Seorang talenta yang memberi harapan bagi banyak anak, bahkan di masa-masa tergelap sekalipun." Namun, pernyataan ini dinilai kurang memadai karena tidak menyebutkan penyebab kematian al-Obeid.

Kritik terhadap UEFA dan FIFA terus bergulir di media sosial. Warganet menggunakan tagar #JusticeForSuleiman dan #FreePalestine untuk menyuarakan dukungan kepada Palestina dan mendesak badan sepak bola dunia untuk mengambil tindakan konkret dalam melindungi hak-hak pemain dan penggemar sepak bola di wilayah konflik.

Situasi ini menyoroti kompleksitas hubungan antara olahraga dan politik. Organisasi olahraga seperti UEFA dan FIFA berusaha untuk tetap netral dan menghindari terlibat dalam konflik politik. Namun, di sisi lain, mereka juga diharapkan menunjukkan kepedulian terhadap isu kemanusiaan dan melindungi hak-hak semua anggota komunitas sepak bola, tanpa memandang latar belakang politik atau geografis. Banyak yang berpendapat bahwa netralitas tidak berarti diam terhadap ketidakadilan.

Ke depan, UEFA dan FIFA diharapkan dapat mengambil pelajaran dari peristiwa ini dan lebih aktif menyuarakan keprihatinan atas isu-isu kemanusiaan. Badan sepak bola dunia juga diharapkan mengambil tindakan lebih konkret untuk melindungi hak-hak pemain dan penggemar sepak bola di wilayah konflik.

Sejumlah organisasi hak asasi manusia telah mengirimkan surat terbuka kepada UEFA dan FIFA, mendesak mereka melakukan investigasi independen terhadap kematian Suleiman al-Obeid dan mengambil tindakan yang sesuai. Surat tersebut juga menyerukan agar badan sepak bola dunia lebih transparan dalam menyampaikan informasi terkait isu kemanusiaan.

Further Reading:
Copied 👍

Latest News

  • Mo Salah Sentil UEFA, Empati Kok Pilih-Pilih?
  • Mo Salah Sentil UEFA, Empati Kok Pilih-Pilih?
  • Mo Salah Sentil UEFA, Empati Kok Pilih-Pilih?
  • Mo Salah Sentil UEFA, Empati Kok Pilih-Pilih?
  • Mo Salah Sentil UEFA, Empati Kok Pilih-Pilih?
  • Mo Salah Sentil UEFA, Empati Kok Pilih-Pilih?

Post a Comment