TERBARU

Tragis, Konsultan Film No Other Land Meninggal di Tangan Pemukim

Tragis, Konsultan Film No Other Land Meninggal di Tangan Pemukim


Dunia perfilman dan aktivisme kemanusiaan kembali berduka. Odeh, konsultan film dokumenter "No Other Land", dilaporkan meninggal dunia setelah ditembak oleh seorang pemukim di Tepi Barat. Kabar tragis ini menambah panjang daftar kekerasan di wilayah konflik tersebut, serta menjadi pukulan bagi upaya menyuarakan realitas kehidupan warga Palestina.

Kabar Duka dari Tim "No Other Land"

Yuval Abraham, jurnalis Israel sekaligus sutradara "No Other Land", menjadi orang pertama yang mengumumkan kabar duka ini. Melalui media sosial, Abraham mengungkapkan bahwa Odeh ditembak di bagian tubuh atas dan sempat dalam kondisi kritis sebelum akhirnya meninggal dunia akibat luka-lukanya.

Kementerian Kesehatan Palestina kemudian secara resmi mengkonfirmasi kabar meninggalnya Odeh. Kepergian Odeh mengguncang komunitas film dan aktivis kemanusiaan, menyoroti meningkatnya kekerasan dan impunitas di Tepi Barat.

Kronologi Penembakan di Dekat Hebron

Insiden penembakan tragis ini terjadi di dekat Hebron, sebuah wilayah di Tepi Barat yang lama dikenal sebagai titik panas konflik. Menurut laporan awal, Odeh berada di dekat rumahnya ketika seorang pemukim melepaskan tembakan. Detail lengkap mengenai pemicu penembakan masih dalam penyelidikan. Namun, ada laporan yang menyebutkan adanya lemparan batu ke arah pemukim di dekat permukiman Carmel, yang berdekatan dengan desa Umm al-Khair.

Siapa Pelaku Penembakan?

Kepolisian Israel telah menahan seorang warga sipil Israel di lokasi kejadian untuk diinterogasi. Meski identitas resmi pelaku belum diumumkan, media Israel menduga bahwa pelaku adalah Yinon Levi, seorang ekstremis yang sebelumnya telah dikenai sanksi oleh pemerintah Amerika Serikat, Inggris, dan Kanada atas keterlibatannya dalam aktivitas kekerasan di Tepi Barat.

Kesaksian Rekan Kerja Basel Adra

Basel Adra, rekan dekat Odeh dan juga salah satu sutradara "No Other Land," mengungkapkan kesedihannya melalui unggahan di Instagram. "Dia berdiri di depan rumahnya ketika seorang pemukim menembakkan peluru ke dadanya. Beginilah cara Israel menghapus kita—satu nyawa, satu per satu," tulis Adra, menggambarkan Odeh sebagai sahabat karibnya.

Kondisi di Tepi Barat terus memburuk sejak eskalasi konflik pada Oktober 2023. Ketegangan antara warga Palestina dan pemukim Israel terus meningkat, seringkali berujung pada kekerasan dan jatuhnya korban jiwa di kedua belah pihak.

Data PBB Ungkap Peningkatan Kekerasan di Tepi Barat

Data dari PBB menunjukkan peningkatan signifikan dalam jumlah korban jiwa di Tepi Barat sejak serangan Hamas ke Israel. Tercatat, setidaknya 964 warga Palestina tewas di tangan pasukan dan pemukim Israel, termasuk di Yerusalem Timur. Angka ini mencerminkan eskalasi kekerasan dan impunitas yang mengkhawatirkan di wilayah tersebut.

Odeh: Aktivis yang Dideportasi dan Suara Bagi Palestina

Odeh dikenal luas di kalangan jurnalis dan aktivis internasional sebagai sosok yang gigih membela hak-hak rakyat Palestina. Selama bertahun-tahun, ia mendampingi dokumentasi aksi kekerasan di Tepi Barat dan memberikan suara bagi mereka yang seringkali diabaikan.

Ironisnya, pada Juni 2025, Odeh dideportasi dari Amerika Serikat saat hendak menghadiri tur pidato lintas agama di California. Visanya dicabut saat ia tiba di Bandara Internasional San Francisco, tanpa penjelasan yang memadai. Deportasi ini memicu kecaman dari berbagai pihak yang menilai tindakan tersebut sebagai upaya membungkam suara kritis terhadap kebijakan Israel.

Kekerasan Sebelumnya Terhadap Tim "No Other Land"

Tragedi yang menimpa Odeh bukanlah insiden pertama yang dialami oleh tim "No Other Land". Sebelumnya, Hamdan Ballal, salah satu sutradara film tersebut, juga menjadi korban kekerasan. Pada Maret 2025, Ballal dipaksa keluar dari ambulans oleh tentara Israel, dipukuli, dan ditahan saat mencoba mendokumentasikan serangan pemukim. Ballal akhirnya dibebaskan setelah mendapat dukungan dari komunitas film internasional.

Insiden-insiden ini menunjukkan risiko besar yang dihadapi oleh para pembuat film dan jurnalis yang berusaha mendokumentasikan realitas kehidupan di Tepi Barat.

Latest News
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Post a Comment