TERBARU

BMTH Angkat Bendera Palestina, Lebih dari Sekadar Konser?

BMTH Angkat Bendera Palestina, Lebih dari Sekadar Konser?


Bring Me The Horizon (BMTH), band metalcore asal Inggris yang dikenal dengan aksi panggung enerjik dan lirik yang menusuk, kembali menjadi perbincangan hangat. Kali ini, bukan hanya soal performa mereka yang memukau, tapi juga gestur simbolis yang dilakukan di penghujung konser: pengibaran bendera Palestina. Aksi ini menuai beragam reaksi, dari pujian atas keberanian hingga kritik atas keterlibatan dalam isu politik yang sensitif. Lantas, apa makna di balik aksi ini, dan bagaimana dampaknya bagi industri musik dan para penggemar?

Penampilan Spesial BMTH: Kilas Balik dan Era Baru

Penampilan BMTH baru-baru ini disebut-sebut sebagai momen yang mendefinisikan perjalanan karier mereka. Setlist yang dipilih membawa penonton bernostalgia ke berbagai fase musik band ini, seolah menandai babak baru setelah era Nex Gen. Bahkan, kesan ini diperkuat dengan kehadiran Eve, avatar digital yang muncul di sela-sela lagu.

BMTH pertama kali mengguncang panggung acara tersebut pada tahun 2008, menggantikan Slipknot dan Avenged Sevenfold yang batal tampil. Kala itu, vokalis Oli Sykes sempat berkelakar, "Sayangnya itu mengecewakan Inggris," menyiratkan sedikit kekecewaan atas kondisi yang ada.

Lebih dari sekadar konser, malam itu menjadi perjalanan musikal yang merangkum evolusi BMTH, dari akar metalcore hingga eksplorasi genre yang lebih eksperimental. Visual yang memukau, termasuk kehadiran Eve, semakin menambah kesan teatrikal dan futuristik yang menjadi ciri khas penampilan mereka.

Momen Kontroversial: Bendera Palestina Berkibar di Panggung

Puncak dari penampilan BMTH terjadi saat lagu "Throne" mengalun. Di tengah kobaran api dari efek panggung, bendera Palestina berkibar megah, menjadi simbol dukungan terhadap konflik yang terus berkecamuk di wilayah tersebut. Momen ini diabadikan dan dibagikan di akun media sosial resmi BMTH, memperluas jangkauan pesan yang ingin mereka sampaikan.

Aksi ini dilakukan beberapa hari setelah kontroversi di Victorious Festival, di mana penampilan band The Mary Wallopers dihentikan karena mengibarkan bendera Palestina. Kontras ini semakin menyoroti keberanian BMTH yang tetap menyuarakan pandangan mereka meski berisiko.

Reaksi dan Dampak Pengibaran Bendera Palestina

Aksi BMTH memicu beragam reaksi, tak hanya dari penggemar tapi juga dari musisi lain. Beberapa band lain turut menunjukkan solidaritas mereka terhadap Palestina. Amyl & The Sniffers, band asal Australia, menyampaikan dukungan emosional mereka kepada rakyat Palestina.

"Hati kami bersama rakyat Palestina," tulis mereka dalam sebuah pernyataan.

Enter Shikari juga menyuarakan keprihatinan mereka terhadap situasi di Palestina, mengutuk keras tindakan kekerasan dan pelanggaran hak asasi manusia yang terjadi di sana.

"Dokter dibunuh, cacat, ditahan. Anak-anak ditembak di kepala oleh penembak jitu. Harus diulang terus-menerus bahwa ini bukan tragedi. Ini bukan tragedi, ini adalah kejahatan perang," tegas Rou Reynolds, vokalis Enter Shikari.

Kebebasan Berekspresi vs. Sensor: Perdebatan yang Muncul

Aksi BMTH juga memicu perdebatan tentang kebebasan berekspresi dan batasan dalam menyampaikan pesan politik melalui seni. Sebagian pihak mengkritik tindakan band tersebut sebagai upaya mencari perhatian atau memanfaatkan isu sensitif. Muncul pula kekhawatiran tentang potensi sensor atau pembatalan konser di masa depan akibat pandangan politik yang mereka suarakan.

Contoh lain dari kontroversi sensor adalah pemotongan pidato Hozier tentang Palestina dari siaran resmi BBC. Padahal, Hozier menyampaikan pesan yang kuat tentang perlunya perdamaian dan keadilan bagi semua orang di Timur Tengah.

"Keamanan dan keselamatan bagi semua orang di Timur Tengah berarti melihat Palestina yang bebas dari pendudukan, bebas dari siklus genosida dan kekerasan, dan berarti melihat Palestina yang bebas untuk menuju penentuan nasib sendiri dan kedaulatan yang bermakna," ujar Hozier dalam pidatonya.

Interpretasi Aksi BMTH: Lebih dari Sekadar Pengibaran Bendera

Pengibaran bendera Palestina oleh BMTH bisa diartikan sebagai dukungan terhadap hak-hak rakyat Palestina dan penolakan terhadap pendudukan serta kekerasan yang mereka alami. Tindakan ini juga bisa dilihat sebagai ajakan kepada penggemar untuk lebih peduli terhadap isu-isu kemanusiaan dan menggunakan platform mereka untuk menyuarakan keadilan.

"Ini adalah langkah strategis untuk masa depan," ujar seorang pengamat politik, Antonius Rimba, mengenai aksi BMTH. "Para musisi memiliki pengaruh yang besar terhadap opini publik, dan penggunaan platform mereka untuk isu-isu kemanusiaan dapat mendorong perubahan positif."

Namun, penting untuk diingat bahwa penafsiran terhadap aksi ini dapat bervariasi tergantung pada sudut pandang dan latar belakang masing-masing. Sebagian orang mungkin melihatnya sebagai tindakan berani dan terpuji, sementara yang lain mungkin menganggapnya sebagai bentuk provokasi atau politisasi seni yang tidak pantas.

Terlepas dari berbagai interpretasi, satu hal yang pasti: aksi BMTH telah memicu diskusi yang lebih luas tentang peran seniman dalam menyuarakan isu-isu sosial dan politik. Hal ini juga menyoroti pentingnya kebebasan berekspresi dan hak untuk menyampaikan pandangan tanpa takut akan sensor atau intimidasi.

Ke depan, menarik untuk melihat bagaimana aksi BMTH akan memengaruhi pandangan dan tindakan musisi lain, serta bagaimana isu Palestina akan terus diperjuangkan melalui berbagai bentuk seni dan ekspresi kreatif. Pengaruh BMTH dalam dunia musik metalcore tidak bisa diabaikan, dan langkah mereka kali ini berpotensi membuka jalan bagi musisi lain untuk lebih berani menyuarakan pandangan mereka mengenai isu-isu global yang penting.

Latest News
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Post a Comment